Home Profile Penerbangan Sewa Mobil Lombok Hotel Kapal Cepat Sitemap

Selamat Datang di Lombok Travel Online (LTO Tours), Kami Menawarkan Berbagai Macam Paket Tour ke Pulau Lombok dan Komodo, Dengan Pelayanan Terbaik dan Menyenangkan.  

 

 

 PULAU LOMBOK

 

 

TUJUAN WISATA DI LOMBOK

 

 

FESTIVAL BUDAYA LOMBOK

 

 

PAKET  TOUR SEHARI DI LOMBOK

 

 

PAKET TOUR DI LOMBOK

 

 

Paket Tour ke Lombok 5h/4m

Paket Tour ke Lombok 4h/3m

Paket Tour ke Lombok 3h/2m

Paket Tour ke Lombok 2h/1m

 

PAKET SPECIAL TOUR DI LOMBOK

 

 

Paket Bulan Madu 3h/2m

Paket Tour Pantai Pink 3h/2m

Paket Snorkeling Tour 4h/3m

Paket Diving  Tour 3h/2m

Paket Pulau Kenawa 4h/3m

Paket Pulau Moyo 3h/2m

Paket Gili Nanggu 3h/2m

Paket Memancing 3h/2m

Paket Golf Tour 4h/3m

Paket Ziarah Makam 3h/2m

Paket Tirta Yatra 3h/2m

 

PAKET MEETING KE LOMBOK

 

 

PAKET OUTING DI LOMBOK

 

 

Paket Team Building 3h/2m

Paket Family Gathering 3h/2m

Paket Amazing Race 3h/2m

Paket Rafting 3h/2m

Paket Outbound 3h/2m

 

GUNUNG RINJANI 3726 M.

 

 

PAKET MENDAKI GUNUNG RINJANI

 

 

Paket Puncak Rinjani 5h/4m

Paket Segara Anak 5h/4m

Paket Pelawangan 4h/3m

 

PULAU KOMODO

 

 

PAKET TOUR KE PULAU KOMODO

 

 

Paket Komodo Cruise 6h/5m

Paket Komodo Cruise 4h/3m

Paket Komodo Sailing 5h/4m

Paket Komodo Overland 5h/4m

Paket Komodo Via Bajo 4h/3m

Paket Komodo Via Bajo 3h/2m

 

PHOTO GALLERY

 

 

LINKS KE KAMI

 

 

PARTNER LINKS

 

 

SYARAT SYARAT

 

 

CARA PEMBAYARAN

 

 

HUBUNGI KAMI

 

 

 

 

PEMBAYARAN VIA :

 
 

 
 

 
   
 
 
 
 
 
 

 

  Valid CSS!

 

SITE NETWORK

Lombok Travel Information

Komodo Travel Information

Rinjani Trekking Information

Paket Wisata ke Lombok

Fast Boat  Information

Lombok Rental Car 

 
 
     
 

 

 
 

 
     

 

 

TUJUAN WISATA DI LOMBOK

 

Selamat Datang di Lombok Travel Online (LTO Tours), Kami menawarkan informasi tentang tujuan wisata di Lombok dengan detail sebagai berikut :

 

Siapa yang tidak kenal dengan Pulau Lombok. Pulau Lombok merupakan salah satu destinasi wisata Paling populer di Indonesia. Ada banyak sekali tempat wisata di Lombok yang wajib untuk dikunjungi. Wisatawan datang dari berbagai daerah di Indonesia untuk menikmati objek wisata di Lombok.

Tidak heran kalau pulau Lombok menjadi salah satu destinasi wisata yang favorit. Tidak hanya wisatawan dari Indonesia saja yang berdatangan ke pulau ini. Ada banyak sekali wisatawan dari berbagai negara datang ke pulau Lombok, dari Singapura, Malaysia, Australia, Amerika, Kanada dan lain sebagainya. Semuanya datang untuk mengunjungi tempat wisata di Lombok yang begitu indah.

Sangat rugi rasanya kalau kita sebagai warga negara Indonesia justru bangga berlibur ke Eropa. Karena di Indonesia alamnya sangat indah, laksana sepenggal firdaus yang turun ke bumi. Bagi pecinta snorkeling, ada spot yang sangat indah dan menawan yang menawarkan keindahan dasar laut kepada wisatawan.

 

1. Gili Trawangan, Gili Meno dan Gili Air

 

Gili Trawangan adalah yang terbesar dari ketiga pulau kecil atau gili yang terdapat di sebelah barat laut Lombok. Trawangan juga satu-satunya gili yang ketinggiannya di atas permukaan laut cukup signifikan. Dengan panjang 3 km dan lebar 2 km, Trawangan berpopulasi sekitar 800 jiwa. Di antara ketiga gili tersebut, Trawangan memiliki fasilitas untuk wisatawan yang paling beragam; kedai "Tîr na Nôg" mengklaim bahwa Trawangan adalah pulau terkecil di dunia yang ada bar Irlandia-nya. Bagian paling padat penduduk adalah sebelah timur pulau ini.

Trawangan punya nuansa "pesta" lebih daripada Gili Meno dan Gili Air, karena banyaknya pesta sepanjang malam yang setiap malamnya dirotasi acaranya oleh beberapa tempat keramaian. Aktivitas yang populer dilakukan para wisatawan di Trawangan adalah scuba diving (dengan sertifikasi PADI), snorkeling (di pantai sebelah timur laut), bermain kayak, dan berselancar. Ada juga beberapa tempat bagi para wisatawan belajar berkuda mengelilingi pulau.

Di Gili Trawangan (begitu juga di dua gili yang lain), tidak terdapat kendaraan bermotor, karena tidak diizinkan oleh aturan lokal. Sarana transportasi yang lazim adalah sepeda (disewakan oleh masyarakat setempat untuk para wisatawan) dan cidomo, kereta kuda sederhana yang umum dijumpai di Lombok. Untuk bepergian ke dan dari ketiga gili itu, penduduk biasanya menggunakan kapal bermotor dan speedboat.

Kelebihan Gili Trawangan dibandingkan dengan pantai lain adalah kita dapat menikmati sunset dan juga sunrise sekaligus di pantai ini! Hal ini terjadi karena Gili Trawangan memiliki pantai yang menghadap timur dan menghadap barat, dan jaraknya tidak terlalu jauh. Sehingga baik sunrise maupun sunset dapat kita nikmati di pantai ini.

Di Gili Trawangan juga kita dapat melihat kesenian bela diri tradisional yang bernama presean atau stick fighting yang biasanya dipertontonkan disekitar pasar seni Gili Trawangan. Kegiatan paling favorit dari para wisatawan di Gili ini yaitu Scuba Diving, Snorkeling, bermain kayak, dan berselancar.

 

Tempat Wisata Gili Air, Gili Meno, dan Gili Trawangan di Lombok
 

Gili Meno adalah salah satu dari tiga pulau kecil, selain Gili Trawangan dan Gili Air, yang menjadi kawasan wisata bahari. Tempat ini dapat dicapai dari Kota Mataram sekitar 45 menit berkendaraan darat dengan perjalanan melewati Pantai Senggigi yang berlatarkan pemandangan pantai yang menakjubkan serta hutan lindung. Di sini terdapat taman burung yang mempunyai koleksi burung-burung langka dari Indonesia dan mancanegara. Pasirnya putih dan masih alami. Di Gili Meno kendaraan bermotor sangat dibatasi, demikian pula penggunaan listrik. Alternatif kendaraan hanya terdapat sepeda dan Cimodo.

Di Gili ini anda bisa snorkeling atau berenang sembari menikmati karang dan biodiversitasnya. Di Pulau ini menyajikan kicauan-kicauan burung yang mampu menenangkan hati dan pikiran anda. Jika tidak puas hanya dengan mendengar kicauannya, anda juga bisa memegangnya secara langsung dengan mengunjungi Bird Park yang terletak di Bird Pak Homestay.

 

Gili Air merupakan salah satu dari tiga pulau gili terkenal di Lombok, yaitu Gili Trawangan, dan Gili Meno. Ketiga pulau ini terkenal dengan keindahan pantainya, maka tak heran apabila Gili Air menjadi salah satu destinasi wisata favorit di Lombok.

Dari ketiga pulau gili yang telah disebutkan diatas, Gili Air merupakan pulau yang letaknya paling dekat dengan pulau Lombok.Gili Air, Gili Meno, dan Gili Trawangan berada di kawasan barat pantai Lombok, serta mampu menampilkan gambaran keindahan pantai-pantai yang berada di Lombok. Lokasi Gili Air tepatnya teletak di Desa Gili indah, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara.

Berkunjung ke Gili Air wisatawan dapat menjelajahi beberapa titik untuk menikmati keanekaragaman hayati laut Indonesia. Diantaranya pengunjung dapat melihat spot kuda laut, kura-kura, beragam ikan dengan berbagai warna, serta keanekaragaman penghuni laut lainnya. Masyarakat setempat mnyebut GIli Air dengan nama "Tengaq Aiq" yang berarti ditengha-tengah laut. Mayoritas penduduk asli Gili Air berasal dari suku bugis dan suku sasak, dan mereka bermata pencaharian utama sebagai nelayan, pedagang, dan pemandu wisata. Mayoritas pengunjung GIli Air merupaka wisatawan mancanegara, seperti dari negara Inggris, Prancis, Australia, Belanda, Italia, maupun negara-negara lainnya. Gili Air biasanya ramai dikunjungi wisatawan pada bulan Juli hingga Agustus.
 

2. Pantai Senggigi Dan Pura Pantai Batu Bolong

 

Pantai Senggigi adalah tempat pariwisata yang terkenal di Lombok. Letaknya di sebelah barat pesisir Pulau Lombok. Pantai Senggigi memang tidak sebesar Pantai Kuta di Bali, tetapi seketika kita berada di sini akan merasa seperti berada di Pantai Kuta, Bali. Memasuki area pantai Senggigi, wisatawan seta merta disapa oleh lembutnya angin semilir yang menenangkan. Pesisir pantainya masih asri, walaupun masih ada sampah dedaunan yang masih berserakan karena jarang dibersihkan. Pemandangan bawah lautnya sangat indah, dan wisatawan bisa melakukan selam permukaan (snorkeling) sepuasnya karena ombaknya tidak terlalu besar. Terumbu karangnya menjulang ketengah menyebabkan ombak besarnya pecah di tengah. Tersedia juga hotel-hotel dengan harga yang bervariasi, dari yang mahal sampai hotel yang berharga ekonomis.

 

Pantai Senggigi Pantai Batu Bolong

 

Pura Batu Bolong terletak di daerah Senggigi, Lombok. Pura Batu Bolong berada di atas sebuah batu karang berwarna hitam yang menjorok ke arah laut. Di bagian tengah batu karang ini terdapat sebuah lubang, sehingga pura ini dinamakan Pura Batu Bolong. Seperti pura-pura pada umumnya di Bali, untuk dapat memasuki Pura Batu Bolong, Anda harus menggunakan kain berwarna kuning di pinggang. Pura Batu Bolong mempunyai latar belakang pemandangan Gunung Agung dan Selat Lombok, sehingga sangat indah sekali untuk berfoto-foto, terutama pada saat matahari tenggelam.

 

Sekitar setengah jam dengan berjalan kaki, para wisatawan dapat menjumpai Batu Bolong di pantai ini. Ini adalah sebuah pura yang dibangun di atas karang yang terletak di tepi pantai. Menurut legenda masyarakat setempat dahulu kala sering diadakan pengorbanan seorang perawan untuk dimakankan kepada ikan hiu di tempat ini. Legenda lain mengatakan dahulu banyak para wanita yang menerjunkan diri dari tempat ini ke laut karena patah hati. Dari tempat ini juga terlihat Gunung Agung di Pulau Bali.

 

3. Pantai Malimbu Lombok

 

Pantai Malimbu adalah sebuah pantai yang terletak di Desa Malaka, Kecamatan Pemenang, Lombok Utara. Jaraknya dari Kota Mataram sekitar 30km dan dapat ditempuh dengan kendaraan umum ataupun sewaan. Memang untuk menuju lokasi ini tidak disediakan angkutan umum. Malimbu sangat terkenal dengan ombaknya yang tenang dan juga terdapat jajaran bukit yang memukau. Terkadang pengunjung kebanyakan lebih suka duduk santai di atas bukit sembari melihat panorama gili-gili dan melihat indahnya Gunung Agung yang dapat terlihat dari sini.

 

Pantai Malimbu



Banyak macam aktivitas yang dapat anda lakukan di pantai ini, bisa hanya berjemur di bawah teriknya matahari, berenang bebas di lautan, ataupun bersnokling melihat pemandangan bawah laut yang sangat jernih dan indah dan melihat kehidupan makhluk lautnya.

Tidak sampai disitu, pantai ini pun juga menawarkan untuk berwisata menyusuri laut dengan kano. Kano-kano yang disewakan harganya pun cukup terjangkau.

Pantai Malimbu ini menawarkan keindahan panorama pantai yang diapit dua bukit dengan latar belakang bukit yang masih hijau. Warna airnya yang masih jernih dan biru, pasirnya yang kecoklatan dengan latar belakang hijau dari perbukitan yang ada di sekitarnya sehingga membentuk perpaduan yang romantis.

Di salah satu sisi pantai ini terdapat bebatuan karang yang cantik sehinga merupakan lokasi yang tepat sekali untuk mengabadikan foto bersama dengan keluarga ataupun teman-teman maupun pasangan. Diperlukan kehati-hatian jika berada di tempat ini karena beberapa bebatuannya cukup licin dan tajam. Di sini pula kurang rasanya jika tidak melihat sunset dari pantai ini, karena dari atas bukit akan menampakkan suatu keindahan.

 

4. Gili Nanggu, Gili Tangkong, Gili Kedis

 

Gili Nanggu dan Gili Kedis merupakan pulau-pulau kecil yang berada di barat daya pulau Lombok, sebenarnya ada dua pulau lagi yang berdekatan dengan kedua pulau tersebut yaitu gili Tangko dan gili Sudak. Gili-gili tersebut berada di desa Batu Kijuk (daerah Sekotong Barat) dan berjarak sekitar 25 Km dari kota Mataram. Satu hal yang perlu diketahui adalah tidak ada angkutan umum masyarakat dengan rute Mataram ke desa Batu Kijuk, jadi alternatif untuk menuju desa tersebut adalah menggunakan Taksi ataupun menggunakan kendaraan pribadi seperti mobil atau motor. Lama perjalanan yang akan ditempuh dari mataram ke desa Batu Kijuk adalah sekitar 1 jam (asumsi kecepatan kendaraan 60 km/jam), sedangkan waktu yang dibutuhkan untuk menyeberang ke gili-gili tersebut sekitar 20 menit. Untuk mencapai pulau-pulau tersebut, maka kita harus menyewa perahu nelayan.

 

Gili Nanggu Gili Kedis

 

"Gili Nanggu si Aquarium alami," kataku ketika kunjunganku yang pertama ke pulau tersebut. Secara umum pantai di Gili Nanggu tidak jauh berbeda dengan pantai di Gili Kedis ataupun Gili Trawangan. Namun perbedaannya adalah dunia bawah lautnya, di Gili Nanggu ini kita dapat bermain dan memberi makan ikan secara langsung. Apabila kita menyemprotkan roti yang sudah dimasukkan ke dalam botol kepada ikan-ikan yang ada di Gili Nanggu, maka ikan-ikan tersebut akan berkerumun di sekitar kita. Betapa serunya bermain bersama ikan-ikan yang dihidupi oleh alam. Bukanlah hal yang sulit untuk menemukan ikan-ikan tersebut, karena Sekitar lima meter dari bibir pantai dan dikedalaman kurang dari dua meter , kita sudah bisa bermain bersama ikan-ikan tersebut.

 

5. Pantai Kuta dan Tanjun Aan

 

Pantai Kuta, Lombok adalah tempat wisata di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat, Indonesia. Pantai dengan pasir berwarna putih ini terletak sebuah desa bernama Desa Kuta. Desa Kuta mulai menjadi tempat tujuan wisata yang menarik di Indonesia sejak didirikannya banyak hotel-hotel baru. Selain keindahan alam yang dapat dinikmati di desa ini, satu kali dalam setahun diadakan upacara Sasak di desa ini. Ini adalah upacara Bau Nyale. Dalam upacara ini para pelaut mencari cacing Nyale di laut. Menurut legenda, dahulunya ada seorang putri, bernama Putri Mandalika, yang sangat cantik, banyak pangeran dan pemuda yang ingin menikah dengannya. Karena ia tidak dapat mengambil keputusan, maka ia terjun ke air laut. Ia berjanji sebelumnya bahwa ia akan datang kembali satu kali dalam setahun. Rambutnya yang panjang kemudian menjadi cacing Nyale tersebut.

 

Pantai Kuta Lombok  Pantai Tanjung Aan

Batu Payung Bukit Merese

 

Pantai Tanjung Aan dan Bukit Merese merupakan salah satu destinasi wisata di Lombok yang bisa kamu kunjungi. Pantai ini terletak di Desa Pengembur, Pujut, kab. Lombok Tengah, dekat dengan pantai Kuta Lombok. Pantainya bersih, berpasir putih dan butiran pasirnya sebesar merica! Inilah salah satu keunikan pantai ini.

Selain itu di pinggirnya ada bukit cantik Tanjung Aan, yang bisa kamu naiki dan berselfie di atasnya. Bukit ini terkenal karena pernah dijadikan tempat shooting salah satu film Rhoma Irama. Pemandangan dari atas bukit ini keren abis, di atasnya kamu bisa melihat hamparan pesisir pantai Aan yang cantik. Jika kamu ke sini disarankan tidak di siang hari, karena panasnya luar biasa dan minim pohon untuk berteduh di pinggir pantainya.

Di pantai ini juga dijadikan tujuan pertama saat kamu ingin mengunjungi Batu Payung. Karena dari sinilah boat yang menuju Batu Payung berangkat.

 

6.Pantai Mawun dan Pantai Selong Belanak

 

Pantai Mawun Lombok Tengah – Mawun adalah salah satu nama pantai yang terkenal di Lombok saat ini. Pantai Mawun terletak di daerah Praya kabupaten Lombok Tengah. Pantai Mawun merupakan salah satu wisata pantai yang sangat indah di Pulau Lombok. Pantai Mawun juga merupakan salah satu dari beberapa deretan pantai selatan di Pulau Lombok sama seperti pantai Tanjung An.

Pantai Mawun bisa dibilang sebagai surga tersembunyi di sebelah selatan pulau Lombok. Dikatakan surga tersembunyi karena pantai Mawun belum banyak dikenal oleh para wisatawan.

Pantai mawun juga merupakan salah satu objek wisata dengan panorama pantai dan pegunungannya yang tidak kalah bagusnya dengan pantai Selong Belanak, Pantai Kuta, dan Pantai Lainnya. Dimulai dari keindahan pasir, pantai, pegunungan dan bukitnya juga. Pasir putih dengan garis pantai panjang dan bibir pantai yang juga panjang akan melengkapi ombak besar dengan sensasi berselancar yang luar biasa. Tidak salah beberapa orang menyebutnya sebagai salah satu pantai surga.

 

Pantai Mawun Lombok

Pantai Selong Belanak

 

Lombok memang memiliki sejuta kawasan wisata yang mengaggumkan yang dapat membuat mata kita menjadi terpesona oleh keindahannya. Tak terhitung berapa banyak kawasan wisata baik darat, pantai maupun bawah lautnya yang mempesona dan menjadi daya tarik para wisatawan baik lokal maupun mancanegara.

Salah satu pantai yang cukup terkenal adalah pantai Selong Belanak. Sebuah pantai di bagian Lombok timur yang masih exsist hingga sekarang. Mungkin karena keindahan pantai ini membuat para wisatawan menjadi betah berlama-lama di pantai ini.

Pantai Selong Belanak memiliki garis pantai yang melengkung layaknya bulan sabit, dengan beberapa bukit di bagian-bagian ujung dari sabitannya. Pantai ini berhadapan langsung dengan samudra hindia dengan garis pantai yang membentang sepanjang 1 Kilometer. Beberapa kawasan dari pantai ini masih digunakan sebagai tempat beraktivitas para nelayan yang tinggal di sekitaran pantai.

 

7. Pantai Pink / Tangsi Lombok Timur

 

Pantai Pink Lombok merupakan salah satu destinasi wisata di Lombok timur yang makin populer karena memiliki keindahan alam dan keunikan pasirnya yang berwarna merah muda.


Nama sebenarnya adalah Pantai Tangsi dengan panjang sekitar 1,5 Km dengan luas bibir pantai 6 meter di kelilingi perbukitan yang membentuk teluk-teluk kecil dan di lautnya terdapat beberapa pulau-pulau kecil yang di sebut gili. Wisatwan yang berkunjung ke kawasan ini dapat mengunjungi beberapa pantai berbeda yang memiliki warna pasir pink dan pulau-pulau kecilnya. Warna pink ini berasal dari karang merah yang mati dan lebur, tercampur dengan pasir putih yang lembut sehingga terlihat berwarna pink.

 

Pantai Pink / Pantai Tangsi

 

Pantai pink Lombok (Pink Beach Lombok) atau Pantai Tangsi merupakan satu dari beberapa pantai di dunia yang memiliki keunikan yaitu pasir pantainya yang berwarna pink. Pantai ini berwarna pink disebabkan oleh pasir putih yang menyatu dengan butiran terumbu karang berwarna merah yang mati. Sehingga berefek kemerahan setelah bercampur dengan air laut dan kemudian terkena pantulan sinar matahari dan membuat warna pink pada pasir semakin terlihat.

Objek wisata ini terletak di pesisir bagian timur pulau lombok, tepatnya di desa Sekaroh, Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat.

 

8. Pantai Semeti

 

Pantai Semeti menjadi pantai tersembunyi yang menarik untuk dijelajahi di Lombok Tengah. Karena lokasinya yang memang susah dijangkau tersebut, tidak heran kalau tempat wisata ini masih berupa sebuah pantai yang perawan dan masih sepi pengunjung.

Di tempat wisata Pantai Semeti ini, Anda benar-benar bisa menyaksikan keindahan alam yang mengagumkan. Tidak perlu berenang ke dalam laut untuk bisa menyaksikan keragaman biota laut di sini. Anda cukup berjalan di tepi pantai dan menyaksikan suguhan pemandangan di akuarium alami yang ada di sana.

 

Pantai Semeti



Keberadaan batu-batu karang di tepi pantai memang membentuk beberapa akuarium alami yang bisa disaksikan secara langsung. Di situ, Anda akan menyaksikan keberadaan hewan-hewan laut yang berenang bebas.

Tempat wisata Pantai Semeti ini berlokasi di Desa Prabu, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah. Berjarak kurang lebih 60 Km yang bisa ditempuh dalam waktu 2 jam perjalanan dari Kota Mataram. Selain itu, pantai ini juga berdekatan dengan Pantai Selong Belanak, kurang lebih 5 Km.

 

9. Air Terjun Sindang Gile dan Tiu Kelep

 

Air terjun Sendang Gile dan Tiu Kelep adalah air terjun yang terletak di desa Senaru, kecamatan Bayan, kabupaten Lombok Utara, propinsi Nusa Tenggara Barat. Lebih tepatnya berada di kawasan desa Senaru, 2 kilometer dari desa Bayan. Objek wisata ini masih berada dalam kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani. Ini disebabkan karena air terjun ini merupakan pintu masuk pendakian menuju gunung Rinjani. Selain itu, ternyata air di Sendang Gile berasal dari mata air di Gunung Rinjani yang sangat sejuk dan alami.

Untuk menuju ke tempat ini, para pengunjung harus melalui dua ratusan anak tangga yang mencapai ketinggian 40 meter, dan jembatan berlubang melalui sebuah lembah yang membutuhkan waktu penjelajahan sekitar 15 menit. Perjalanan alternatif juga bisa dilakukan dengan cara menyelusuri pinggir lembah yang agak curam dan mengikuti saluran irigasi serta menyeberangi jembatan yang terbuat dari rotan.
 

Sindang Gile Tiu Kelep


Air terjun ini sering juga di sebut oleh penduduk setempat sebagai Batu Ko’ (batu kerbau). Menurut cerita rakyat setempat, dulu Sendang Gile adalah tempat bidadari mandi ketika turun ke bumi. Ada juga yang berpendapat bahwa nama ini berasal dari seseorang yang menemukan air terjun ini secara tidak langsung saat memburu singa yang masuk ke hutan setelah mengacaukan sebuah kampung. Penduduk kampung setempat menyebut singa gila dengan sebutan sengang gile, namun, lambat laun pelafalan tersebut menjadi sendang gile. Para penduduk percaya bahwa mandi ataupun membasuh muka di air terjun Sendang Gile, akan membuat seseorang menjadi lebih muda satu tahun daripada usia sebenarnya.

Air terjun yang berketinggian 600 meter di atas permukaan laut dan memiliki ketinggian kurang lebih 31 meter dari dasar sungai ini memiliki dua tingkatan, tingkat pertama muncul di atas tebing dan jatuh ke dasar kolam di bawahnya, sedang tingkat kedua, di mana pada kolam tersebut air meluncur ke bawah dan membentuk sungai dibawahnya

 

10. Air Terjun Tirta Gangga

 

Air terjun Tirta Gangga merupakan satu diantara sekian banyak keindahan alam yang ada di Pulau Lombok. Ketinggian air terjun Tirta Gangga mencapai ± 35 meter, lokasinya terletak di Dusun Kertaraharja, Desa Genggelang, Kecamatan Gangga, Kabuten Lombok Utarak berjarak ± 42 km dari Kota Mataram. Perjalanan memasuki kawasan air terjun Tirta Gangga akan tersaji suasana khas pedesaan dengan pemandangan berupa bukit-bukit yang menjulang tinggi, pepohonan yang tampak hijau dari kejauhan, kebun-kebun warga yang tanamannya terlihat subur, pemukiman warga dan area persawahan. Desa Genggelang yang menjadi lokasi destinasi wisata ini merupakan sebuah desa yang subur dan kaya akan hasil alam terutama komoditi perkebunan. Komoditi perkebunan yang dihasilkan berupa kelapa, kopi, kakao, cengkeh dan buah-buahan seperti pisang, durian, manggis, alpukat, dll. Sebagian besar hasil alam yang dihasilkan biasanya dijual langsung kepada para pembeli yang datang ke desa ini. Air terjun Tirta Gangga berkah Tuhan lainnya yang dimiliki desa ini, untuk sampai di lokasi air terjun pengunjung harus melewati beberapa anak tangga yang cukup menanjak. Cukup melelahkan tetapi semua akan terbayar dengan keindahan pemandangan alam sekitar yang menyertai hingga sampai ketempat yang dituju. Suara gemercik air dari beberapa sumber mata air memberikan ketenang, gemuruh jatuhnya air dari Tirta Gangga sudah terdengar jelas menyapa, rimbunnya pepohonan menyuguhkan suasana sejuk, petak-petak sawah yang tersusun rapi dan pemandangan laut dikejauhan sana menjadi sajian istimewa dari tempat ini.

 

Air Terjun Kerta Gangga

Air Terjun Tirta Gangga Air Terjun Tirta Gangga

 

Tirta Gangga memiliki 2 lokasi air terjun. Air terjun di lokasi pertama memiliki karakteristik yang melebar, curahan air tejunnya begitu besar, di bawah air terjunnya terdapat genangan air yang menyerupai kolam yang kedalamannya mencapai 1 meter dan terdapat pula sebuah jembatan sebagai jalan penghubung. Sedangkan di lokasi kedua yang hanya berjarak beberapa puluh meter dari lokasi pertama memiliki karakteristik yang cukup unik karena lokasinya yang tersembunyi, diapit diantara dua tebing sehingga menyerupai mulut goa, sumber air yang membentuk air terjun dilokasi yang kedua merupakan pecahan aliran air dari air terjun yang pertama, jatuhnya air tertutup oleh dinding tebing bebatuan, dinding tebing bebatuannya banyak ditumbuhi lumut dan tumbuhanan lainnya serta terdapat pula genangan air menyerupai kolam. Ada banyak aktivitas yang bisa dilakukan ditempat ini, mulai dari hanya sekedar duduk menikmati keindahan alam, mandi dan berenang di lokasi air terjun, berjalan-jalan diantara pematang sawah hingga melakukan soft trekking

 

11. Air Terjun Benang Kelambu dan Benang Stokel

 

Air Terjun Benang Kelambu berada di bagian atas hulu dari Air Terjun Benang Stokel. Air terjun ini keluar dari sela-sela pohon gambung yang rindang dengan enam deret titik air tercurah dari atas bukit mirip dengan kelambu/ tirai. Karena itulah air terjun ini disebut Benang Kelambu.

Di kawasan Air Terjun Benang Kelambu ini terdapat dua kelompok air terjun, keduanya bersumber dari mata air. Kelompok pertama berada di sebelah kiri jika kita turun dari undakan jalan tangga dan terdiri atas dua terjunan air. Sedangkan kelompok kedua, yang menjadi air terjun utama, berada tepat di depan jika kita turun dari undakan jalan tangga. Kelompok kedua ini terdiri atas empat terjunan air.
 

Benang Kelambu Benang Stokel


Kedua kelompok air terjun ini memiliki ketinggian sekitar 40 m dan mempunyai dua hingga tiga tingkatan. Dari tingkatan pertama (titik teratas) yang berketinggian sekitar 30 m curahan air tidak langsung terjun ke kolam, melainkan jatuh ke tingkatan dibawahnya, dimana terdapat tiga susunan batu yang disinggahinya sebelum akhirnya mencapai kolam. Batu lebar berbentuk ceper ini, menahan air terjun sebelum jatuh ke piringan ke tiga hingga ke kolam, sehingga airnya tidak terlalu keras menghantam. Oleh karena itu, banyak pengunjung yang bisa langsung mandi di bawah air terjun ini. Konon menurut kepercayaan masyarakat setempat, setiap kali mandi di tempat ini akan membuat orang keliatan satu tahun lebih muda.

 

12. Air Terjun Mangku Sakti

 

Air terjun mangku sakti mungkin masih terdengar asing bagi para pecinta wisata alam,air terjun ini berlokasi di desa sajang, sembalun, Lombok timur, NTB. Air terjun mangku sakti ini terletak di kaki gunung rinjani, menurut salah satu warga sekitar mangku sakti itu berarti penunggu yang ilmu nya mumpuni alias sakti, mangku dalam bahasa lombok atau sasak berarti tetua .

Asal mula nama air terjun mangku sakti ini adalah dahulu kala ada seorang mangku, menurut warga sekitar mangu tersebut bernama titi kastura yang bertugas menjadi juru kunci dikaki gunung rinjani. Pada waktu itu warga menjulukinya dengan nama mangku gunung yang dalam bahasa indonesia berarti penjaga gunung. Mangku gunung tersebut ditemani oleh seekor kuda yg oleh warga sekitar kuda tersebut bernama kuda sembrani.
 

Air Terjun Mangku Sakti


Setelah mangku tersebut meninggal, warga menemukan sebuah air terjun di kaki gunung rinjani di desa sajang, sebuah air terjun yang kiri kanannya di apit oleh bebatuan. Konon, saat warga menemukan air terjun tersebut, di sisi kiri air terjun yg tersusun oleh bebatuan membentuk sebuah wajah, yang tak lain oleh para warga sekitar diyakini sebagai wajah sang mangku, oleh karena itu air terjun tersebut kemudian di namakan sbg air terjun mangku sakti.

Air terjun mangku sakti ini dialiri oleh air yg tercampur dengan belerang,air terjun ini berketinggian kurang lebih 40m. Jika di air terjun lain anda bisa merasakan langsung deburan air terjunnya, namun disini tidak disarankan untuk mencoba, karna deburan jatuhnya air terjun tersebut membentuk semacam kolam seluas 15 m dalamnya sekitar 2 - 4m. Jadi anda bisa merasakan dinginnya air belerang tersebut sambil berenang.

Terdapat juga jump spot buat anda yg mau mencoba keberanian terjun ke kolam air terjun, jump spot nya sekitar 5m. Dibagian bawah aliran air terjun juga anda masih bisa menikmati spot lain buat sekedar berendam atau bahkan melompat terdapat semacam air terjun mini.

 

13. Air Terjun Otak Kokok

 

Air Terjun Otak Kokok adalah air yg Keluar Dari Akar Pohon yang Berumur Ratusan Tahun
Salah satu tempat wisata yang pas untuk Anda kunjungi jika anda liburan ke Lombok adalah Air Terjun Otak Kokok atau yang sering disebut Air Terjun Joben. Air terjun ini berada di Desa Montong Betok, Kecamatan Montong Gading, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat. Objek wisata ini memiliki ketinggian sekitar 5 meter, di mana air terjunnya keluar dari akar pohon banjur yang sudah berumur hingga ratusan tahun.

Nama Otak Kokok, dalam bahasa sasak yang artinya sumber air atau bisa di artikan hulu sungai. Konon menurut masyarakat sekitar, air terjun ini merupakan salah satu tempat air terjun yang berkhasiat bisa menyembuhkan berbagai macam penyakit. Dengan mandi dibawah air terjun ini kemudian apabila air yang menerpa tubuh Anda berubah menjadi putih seperti putih susu maka tubuh Anda tersebut terdapat penyakit dan apabila terus di guyur dengan air terjun itu maka penyakit Anda akan segera sembuh.
 
Air Terjun Otak Kokok


Objek wisata lombok timur ini sangat cocok untuk liburan keluarga karena memang menyajikan 2 kolam pemandian untuk anak-anak dan juga orang dewasa, untuk tiket masuk dihargai Rp. 5.000 per orang. Tidak adanya aturan bagi anda untuk memakai baju renang di tempat ini akan tetapi berbusanalah yang sopan karena memang warga lombok sangat memegang teguh kultur keagamaan. Aneka berugak telah disediakan berada tepat di pesisir kolam sebagai wadah beristirahat atau melepas penat setelah melakukan aktifitas berenang.

Berjarak sejauh satu jam dari kota Mataram ke arah utara melewati Lombok tengah maka sampailah kita di wilayah montong gading di wilayah desa montong betok lombok timur, tempat dimana objek wisata lombok timur ini berada, tingginya curah hujan membuat tempat ini terkenal dengan hawa dinginnya yang menyengat, bahkan pernah terdengar kabar ditahun 2015 bahwa adanya hujan salju ditempat ini. Objek wisata ini termasuk dalam objek wisata yang berada di bawah kaki gunung rinjani yang juga merupakan kawasan geopark yang dijadikan sebagai objek wisata taman terlindung, fasilitas dan jalan sudah tertata dengan baik.

 

14. Bukit Pergangsingan Dan Bukit Nanggi

 

Bukit Pergasingan mulai terkenal di kalangan wisatawan sekitar dua tahun terakhir. Terletak di Desa Sembalun, Lombok Timur, Bukit Pergasingan memiliki ketinggian sekitar 1700 mdpl. Pada zaman dahulu, Bukit Pergasingan dijadikan sebagai lokasi bermain gasing oleh masyarakat Sembalun. Gasing merupakan salah satu permainan tradisional suku sasak di Pulau Lombok.

Mendaki bukit pergasingan anda dituntut memiliki kekuatan fisik yang cukup, karena track yang lumayan menantang. Akan tetapi, para pendaki dapat menghilangkan rasa lelah dengan melihat keindahan Desa Sembalun dari ketinggian. Sawah penduduk terlihat seperti karpet permadani yang digelar rapi serta indah. Membutuhkan sekitar 2 jam pendakian untuk sampai puncak Bukit Pergasingan.
 

Bukit Pergangsingan Bukit Nanggi


Bukit Pergasingan merupakan spot yang sangat bagus untuk menikmati sunrise. Para pendaki bisa memulai pendakian selepas subuh agar bisa menikmati sunrise di puncak. Camping di puncak Bukit Pergasingan menjadi alternatif agar bisa menikmati sunset dan sunrise. Suasana malam di Bukit Pergasingan juga sangat indah.

Bukit Nanggi kini populer mengikuti Bukit Pergasingan. Dengan ketinggian 2.300 mdpl, Bukit Nanggi lebih cocok disebut gunung. Akan tetapi, karena bukit ini terletak di dekat Gunung Rinjani yang menjulang lebih tinggi sehingga masyarakat Lombok menyebutnya sebagai bukit.

Jalur menuju puncak Bukit Nanggi cukup menantang. Membutuhkan sekitar 6 jam untuk bisa mencapai puncak bukit. Mendaki Bukit Nanggi seolah seperti mendaki Gunung Rinjani hingga pos Pelawangan. Dari atas Bukit Nanggi kita bisa melihat keindahan Desa Sembalun dan Desa di wilayah Lombok Timur. Kita juga bisa melihat lautan dan bukit-bukit di Pulau Sumbawa nun di sana. Bukit Nanggi juga lokasi yang tepat untuk menikmati sunrise dan sunset.

 

15. Tete Batu Sawah Bertingkat

 

Tetebatu memang layak disebut sebagai surga di kaki Gunung Rinjani, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. Tengoklah pemandangan alamnya. Anda akan betah dan tak mau kemana-mana lagi, berharap waktu berhenti di Tetebatu. Dari Tetebatu, Anda bisa trekking sejenak ke air terjun Jukut dan air terjun Joben.

Sejauh mata memandang, Anda hanya akan melihat keindahan nuansa pegunungan di Tetebatu. Dari tempat ini terbentang pemandangan ke arah selatan Lombok, Gunung Rinjani di utara dan pemandangan laut saat menoleh ke arah timur. Tetebatu adalah tempat peristirahatan yang sempurna untuk wisatawan yang penat dan bagi yang ingin sementara singgah untuk meneruskan liburan di daerah Lombok Tengah. Suhunya yang dingin, membuat Tetebatu senantiasa sejuk. Langitnya seringkali ditutupi awan, matahari tidak pernah memancar dengan kuat. Redup dan tenang. Dengan nuansa alam seperti ini, sawah di Tetebatu cocok untuk bertani tembakau dan padi.
 

Tete Batu


Bagi yag suka berenang, acuhkan sementara dinginnya air di Tetebatu. Anda wajib menikmati berenang di sungai yang berkelok selepas trekking di kaki Rinjani untuk relaksasi. Suasana pedesaannya yang masih kental membuat Tetebatu tak pernah bisa dilupakan. Desa wisata ini berada di 700 meter dpl. Jika ingin menikmati keindahan Tetebatu dengan lengkap, Anda bisa menyewa sepeda kepada masyarakat setempat. Atau jika ingin lebih tradisional, Anda bisa naik cidomo menikmati keindahan suasana. Selain pemadangannya yang memukau, Tetebatu yang mayoritas dihuni oleh orang suku Sasak ini juga dikenal dengan atraksi budayanya yang menarik. Ritual-ritual tradisional masih sangat kental dilakukan di sini. Tidak itu saja, masyarakat Sasak di Tetebatu juga dikenal sebagai penghasil kerajinan tangan yang sangat laku di pasaran.

 

16. Gunung Rinjani, Segara Anak dan Aiq Kolak

 

Gunung Rinjani adalah gunung yang berlokasi di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat. Gunung yang merupakan gunung berapi kedua tertinggi di Indonesia dengan ketinggian 3.726 m dpl serta terletak pada lintang 8º25' LS dan 116º28' BT ini merupakan gunung favorit bagi pendaki Indonesia karena keindahan pemandangannya. Gunung ini merupakan bagian dari Taman Nasional Gunung Rinjani yang memiliki luas sekitar 41.330 ha dan ini akan diusulkan penambahannya sehingga menjadi 76.000 ha ke arah barat dan timur. Secara administratif gunung ini berada dalam wilayah tiga kabupaten: Lombok Timur, Lombok Tengah dan Lombok Barat.

 

Pesona unggulan Taman Nasional Gunung Rinjani yang sangat prospektif adalah Danau Segara Anak, lokasi ini dapat ditempuh dari dua jalur resmi pendakian yaitu jalur pendakian Senaru dan jalur pendakian Sembalun.

 

Gunung Rinjani, Gunung Baru, Danau Segara Anak dan Aik Kalaq



Untuk mengunjungi Danau Segara Anak dari jalur Senaru dibutuhkan waktu tempuh sekitar 7 – 10 jam berjalan kaki (± 8 Km) dari pintu gerbang jalur pendakian Senaru. Sedangkan dari jalur pendakian Sembalun ditempuh dalam waktu 8 – 10 jam. Danau segara anak dengan ketinggian ± 2.010 m dpl dan kedalaman danau sekitar ± 230 meter mempunyai bentuk seperti bulan sabit dengan luasan sekitar 1.100 Ha.

Disekitar Danau Segara Anak terdapat lahan yang cukup luas dan datar, dapat digunakan untuk tempat berkemping/berkemah, juga pengunjung bisa memancing ikan di danau atau berendam di air panas yang mengandung belerang.

Objek lainnya di sekitar Danau Segara Anak adalah Hulu Sungai Koko Puteq ± 150 meter dari Danau Segara Anak. Selain itu terdapat pula Goa Susu, Goa Manik, Goa Payung, Goa Susu dipercaya dapat dijadikan media bercermin diri serta sering pula dipergunakan sebagai tempat bermeditasi. Sedangkan di bagian bawah Danau Segara Anak terdapat sumber air panas (Aik Kalak Pengkereman Jembangan) yang biasa digunakan untuk menguji dan memandikan benda-benda bertuah (Pedang, Keris, Badik, Tombak, Golok, dll) dimana jika benda-benda tersebut menjadi lengket apabila direndam itu menandakan benda-benda tersebut jelek/tidak memiliki kekuatan supranatural, sebaliknya apabila benda-benda tersebut tetap utuh berarti benda tersebut memiliki kekuatan supranatural/dipercaya memiliki keampuhan.

 

17. Desa Adat Sasak Sade Rambitan

 

Dusun Sade, salah satu dusun tradisional yang masih asli. Dusun Sade tepatnya berada di Desa Rambitan, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah. Rumah-rumah penduduk dibangun dari konstruksi bambu dengan atap dari daun alang-alang. Penghuninya berpencaharian sebagai petani. Jumlah mereka relatif tidak bertambah karena keluarga yang baru menikah kalau tidak mewarisi rumah orang tuanya akan membangun rumah di tempat lain. Disamping arsitektur rumah, sistem sosial dan kehidupan keseharian mereka masih sangat kental dengan tradisi masyarakat Sasak tempo dulu.

Rumah Tradisional Dusun Sade dapat mewakili untuk disebut sebagai Desa Wisata di NTB ,layaknya Desa Wisata di daerah lain. Sebab, masyarakat yang tinggal di dusun tersebut semuanya adalah Suku Sasak. Mereka hingga kini masih memegang teguh adat tradisi. Bahkan, rumah adat khas Sasak juga masih terlihat berdiri kokoh dan terawat di kawasan ini.

Suku Sasak adalah penduduk asli dan mayoritas di Pulau Lombok, NTB. Konon, kebudayaan masyarakat terekam dalam kitab Nagara Kartha Gama karangan Empu Nala dari Majapahit. Dalam kitab itu, Suku Sasak disebut “Lomboq Mirah Sak-Sak Adhi”.

 

Rumah Adat Suku Sasak



Sedangkan kebudayaan Suku Sasak itu diantaranya terekam dalam rumah adat Suku Sasak. Alasannya, rumah memiliki posisi penting dalam kehidupan manusia, tidak hanya sebagai tempat secara individu dan keluarga secara jasmani, tetapi juga dalam pemenuhan kebutuhan jiwa atau spiritual.

Rumah adat Suku Sasak, jika diperhatikan dibangun berdasarkan nilai estetika dan kearifan lokal. Orang sasak mengenal beberapa jenis bangunan adat yang menjadi tempat tinggal dan juga tempat ritual adat dan ritual keagamaan. Rumah adat suku Sasak terbuat dari jerami dan berdinding anyaman bambu (bedek). Lantai dari tanah liat yang dicampur kotoran kerbau dan abu jerami. Campuran tanah liat dan kotoran kerbau membuat lantai tanah mengeras, sekeras semen. Cara membuat lantai seperti itu sudah diwarisi sejak nenek moyang mereka.

Bahan bangunan seperti kayu dan bambu didapatkan dari lingkungan sekitar. Untuk menyambung bagian-bagian kayu, mereka menggunakan paku dari bambu. Rumah suku Sasak hanya memiliki satu pintu berukuran sempit dan rendah, tidak memiliki jendela.
Dalam masyarakat Sasak, rumah memiliki dimensi kesakralan dan keduniawian. Rumah adat Sasak selain sebagai tempat berlindung dan berkumpulnya anggota keluarga juga menjadi tempat ritual sakral sebagai manifestasi keyakinan kepada Tuhan, arwah nenek moyang, penunggu rumah dan sebagainya.

Perubahan pengetahuan, bertambahnya jumlah penghuni dan berubahnya faktor eksternal seperti faktor keamanan, geografis dan topografis, menyebabkan perubahan terhadap fungsi dan bentuk fisik rumah adat. Hanya, konsep pembangunannya seperti arsitektur, tata ruang dan polanya tetap menampilkan karakteristik tradisional.


Karena itu, untuk menjaga kelestarian rumah adat, orang tua Suku Sasak biasanya berpesan kepada anak-anaknya jika ingin membangun rumah. Jika tetap mau tinggal didaerah setempat, maka harus membuat rumah seperti model dan bahan bangunan yang sudah ada. Tapi, jika ingin membangun rumah permanen seperti di kampung-kampung lain pada umumnya, mereka dipersilahkan keluar dari kampung tersebut.

PEMBANGUNAN RUMAH ADAT SADE
Bahan pembuat rumah adat suku Sasak diantaranya kayu penyanggga, bambu, bedek untuk dinding, jerami dan alang-alang untuk atap, kotoran kerbau atau kuda sebagai bahan campuran pengeras lantai, getah pohon kayu banten dan bajur, abu jerami sebagai bahan pengeras lantai.

Waktu pembangunan, biasanya berpedoman pada papan warige dari primbon tapel adam dan tajul muluk. Tidak semua orang mampu menentukan hari baik. Biasanya mereka bertanya kepada pimpinan adat.


Orang Sasak meyakini waktu yang baik memulai membangun rumah adalah bulan ketiga dan keduabelas penanggalan Sasak yakni Rabiul Awal dan Dzulhijjah. Pantangan yang dihindari untuk membangun rumah adalah pada Muharram dan Ramadhan. Menurut kepercayaan, rumah yang dibangung pada bulan itu cenderung mengundang malapetaka, seperti penyakit, kebakaran, sulit rezeki dan lain-lain.

Orang Sasak selektif dalam menentukan tempat pembangunan rumah. karena mereka meyakini tempat yang tidak tepat akan berakibat kurang baik, seperti i bekas perapian, bekas pembuangan sampah, bekas sumur, posisi tusuk sate (susur gubug).
Orang Sasak tidak akan membangun rumah berlawanan arah dan ukurannya berbeda dengan rumah yang lebih dulu ada. Menurut mereka, melanggar konsep tersebut merupakan perbuatan melawan tabu (maliq lenget).

Rumah adat Sasak pada atapnya berbentuk gunungan, menukik ke bawah dengan jarak sekitar 1,5-2 meter dari permukaan tanah (pondasi). Atap dan bubungannya (bungus) terbuat dari alang-alang, dinding dari bedek, hanya mempunyai satu ukuran kecil dan tidak ada jendela.
Ruangannya (rong) dibagi menjadi inak bale (ruang induk) meliputi bale luar (ruang tidur) dan bale dalam berupa tempat menyimpan harta benda, ruang ibu melahirkan sekaligus disemayamkannya jenazah sebelum dimakamkan.


Ruangan bale dalem dilengkapi amben, dapur dan sempare (tempat menyimpan makanan dan peralatan rumah tangga lainnya) terbuat dari bambu ukuran 2X2 meter persegi atau empat persegi panjang. Sempare diletakkan diatas, posisi menggantung di langit-langit atap.

Ada sesangkok (ruang tamu) dan pintu masuk dengan sistem sorong (geser). Diantara bale luar dan bale dalem ada pintu dan tangga (tiga anak tangga) dan lantainya berupa campuran tanah dengan kotoran kerbau/kuda, getah dan abu jerami.

Dalam membangun rumah, orang Sasak menyesuaikan kebutuhan keluarga maupun kelompoknya. Pembangunan tidak semata-mata untuk memenuhi kebutuhan keluarga tapi juga kebutuhan kelompok.


Bangunan rumah dalam komplek perumahan Sasak terdiri dari berbagai macam diantaranya Bale Tani, Bale Jajar, Barugag/Sekepat, Sekenam, Bale Bonder, Bale Beleq Bencingah dan Bale Tajuk. Nama bangunan disesuaikan dengan fungsi masing-masing.

Bale Tani adalah bangunan rumah untuk tempat tinggal masyarakat Sasak yang berprofesi sebagai petani.


Bale Jajar merupakan bangunan rumah tinggal orang Sasak golongan ekonomi menengah keatas. Bentuk bale jajar hampir sama dengan bale tani, yang membedakan adalah jumlah dalem balenya.

 
Berugaq/sekepat berbentuk segi empat sama sisi (bujur sangkar) tanpa dinding, penyangganya dari kayu, bambu dan alang-alang sebagai atapnya. Berugaq biasanya terdapat di depan samping kiri atau kanan bale jajar atau bale tani.


Berugaq berfungsi tempat menerima tamu, karena menurut kebiasaan orang Sasak, tidak semua orang boleh masuk rumah. Berugaq juga digunakan pemilik rumah yang memiliki gadis untuk menerima pemuda yang datang midang (melamar/pacaran).


Sedangkan sekenam bentuknya sama dengan berugaq, hanya sekenam mempunyai tiang sebanyak enam buah dan berada di bagian belakang rumah. Sekenam biasanya digunakan sebagai tempat kegiatan belajar mengajar tata krama, penanaman nilai-nilai budaya dan sebagai tempat pertemuan internal keluarga.


Bale Bonder adalah bangunan tradisional Sasak yang umumnya dimiliki para pejabar desa, dusun/kampung. Bale bonder biasanya dibangun di tengah pemukiman atau di pusat pemerintahan desa/kampung. Bale bonder digunakan sebagai tempat pesangkepan/persidangan atas, seperti tempat penyelesaian masalah pelanggaran hukum adat dan sebagainya.


Bale Beleq adalah satu sarana penting bagi sebuah kerajaan. Bale itu diperuntukkan sebagai tempat kegiatan besar kerajaan sehingga sering disebut juga “bencingah”.


Upacara kerajaan yang dilakukan di bale beleq adalah Pelantikan pejabat kerajaan, penobatan putra mahkota kerajaan, pengukuhan/penobatan para Kiai Penghulu (pendita) kerajaan, tempat penyimpanan benda-benda pusaka kerajaan seperti persenjataan dan benda pusaka lainnya seperti pustaka/dokumen kerajaan dan sebagainya.


Bale Tajuk merupakan salah satu sarana pendukung bagi bangunan rumah tinggal yang memiliki keluarga besar. Bale Tajuk berbentuk segilima dengan tiang berjumlah lima buah dan biasanya berada di tengah lingkungan keluarga santana.


Bale Gunung Rate biasanya dibangun oleh masyarakat yang tinggal di lereng pegunungan, bale balaq dibangun dengan tujuan menghindari bencana banjir. Oleh karena itu, biasanya berbentuk rumah panggung.

Selain bangunan itu, ada bangunan pendukung yakni Sambi, Alang dan Lumbung. Sambi, tempat menyimpan hasil pertanian. Alang sama dengan lumbung berfungsi untuk menyimpan hasil pertanian, hanya alang bentuknya khas, beratapkan alang-alang dengan lengkungan 3/4 lingkaran namun lonjong dan ujungnya tajam ke atas. Lumbung, tempat untuk menyimpan berbagai kebutuhan. Lumbung tidak sama dengan sambi dan alang sebab lumbung biasanya diletakkan di dalam rumah/kamar atau di tempat khusus diluar bangunan rumah.


NILAI NILAI BUDAYA DI RUMAH ADAT SADE
Jika diperhatikan, pembangunan rumah adat Suku Sasak sebenarnya mengandung nilai-nilai kearifan lokal. Kearifan itu berkembang dan berlanjut secara turun-temurun. Atap rumah tradisional Sasak didesain sangat rendah dengan pintu berukuran kecil, bertujuan agar tamu yang datang harus merunduk. Sikap merunduk merupakan sikap saling hormat menghormati dan saling menghargai antara tamu dengan tuan rumah.

Arah dan ukuran yang sama rumah adar Suku Sasak menunjukkan bahwa masyarakat hidup harmonis. Sedangkan undak-undakan (tangga) tingkat tiga mempunyai pesan bahwa tingkat ketakwaan ilmu pengetahuan dan kekayaan tiap manusia tidak akan sama. Diharapkan semua manusia menyadari kekurangan dan kelebihan yang dimiliki, kareba semuanya merupakan rahmat Tuhan.

Jadi, rumah merupakan ekspresi pemikiran paling nyata seorang individu atau kelompok dalam mengejwantahkan hubungan dengan sesama manusia (komunitas atau masyarakat), alam dan dengan Tuhan (keyakinan), seperti halnya konsep yang ada pada pembangunan rumah adat masyarakat Sasak.

 

18. Mutiara Lombok

 

Lombok dan Mutiara seperti dua kata yang tidak bisa terpisahkan. Identitas ini yang sudah begitu melekat erat dengan Pulau Lombok. Apabila berkunjung ke pulau lombok akan terasa kurang sebelum membawa oleh-oleh mutiara. Pulau Lombok tidak hanya kaya dengan keindahan alam, pantai, dan kerajinan tangan khas lainnya. Lombok juga dikenal dengan mutiaranya yang indah. Terdapat banyak tempat penjualan perhiasan mutiara di Pulau Lombok, mulai dari yang kelas galery hingga yang kelas kaki lima. Bahkan di depan hotel-hotel baik di pusat Kota Mataram maupun di hotel/resort sepanjang Pantai Senggigi pun banyak yang menjual bermacam perhiasan mutiara. Harga tentu bervariasi mulai dari mutiara “tiruan”, bukan mutiara asli, yang harganya super duper murah, sampai mutiara yang dihargai jutaan hingga puluhan juta rupiah. Semuanya tergantung kualitasnya, juga tergantung lokasi penjualannya.

Terkadang banyak pembeli tidak mengetahui cara untuk membedakan mutiara yang asli dengan mutiara yang grade unggulan, mutiara air laut, mutiara air tawar, maupun mutiara yang palsu. Bagi orang yang awam dalam dunia per-mutiara-an, sekilas mutiara-mutiara tersebut tampak sama dan serupa. Namun, jika dilihat dan ditilik secara lebih teliti, terlihat perbedaannya.

Tak hanya keindahan pantai dan pemandangannya yang menakjubkan, Pulau Lombok juga terkenal sebagai salah satu penghasil mutiara terbaik di dunia. Sebagai penunjang, terdapat banyak sentra pengerajin mutiara di pulau surga ini, dan tempat anda bisa menemukan Mutiara asli yang paling lengkap adalah di Gallery Lypco Mutiara Dan Gaya Gallery Mutiara ( Di tempat gallery ini anda bisa menemukan mutiara dari yang harga 250.000/butir sd 1.000.000/butir ).
 

Kerang Mutiara

Mutiara Air Laut Mutiara Air Laut

Mutiara Air Laut Mutiara Air Laut


Dan anda bisa juga mengunjungi toko-toko yang menampilkan hasil jadi kerajinan mutiara. Mulai dari butiran mutiara, sampai mutiara yang terbalut logam mulia yang berbentuk perhiasan. Seperti anting-anting, kalung, dan gelang. Bisa dipastikan Anda akan puas berbelanja perhiasan mutiara di tempat ini. Anda juga bisa mendapatkan perhiasan yang terbuat dari bahan lain, seperti Batu Safir atau Batu Kecubung.

Harga perhiasan bervariatif, biasanya tergantung dari jenis dan berat perhiasan. Terdapat dua macam jenis untuk perhiasan mutiara. Yaitu Mutiara Laut dan Mutiara Air Tawar. Mutiara Laut biasanya berbentuk oval, serta berwarna putih, emas, hitam dan perak. Sedangkan Mutiara Air Tawar bernbentuk bundar, dengan varian warna seperti putih, biru, pink, kuning, dan oranye. Biasanya warna mutiara dari jenis air tawar lebih bervariasi, karena warna tersebut disuntikkan dari bahan tertentu ke induk kerang penghasil mutiara.

Untuk masalah harga, Mutiara Laut cenderung lebih mahal dibanding Mutiara Air Tawar. Anda bisa mendapatkan Mutiara Laut dengan harga mulai Rp. 100.000,- hingga Rp. 500.000,- per gram-nya. Sedangkan untuk Mutiara Air Tawar, Anda bisa mendapatkannya dengan harga Rp. 15.000,- per butir.

Anda juga bisa memesan perhiasan sesuai dengan keinginan Anda. Baik dari bentuk maupun bahan perhiasan. Untuk desain yang simpel, Anda bisa menunggu proses pembuatan perhiasan selama 3 hari saja. Namun untuk desain yang relatif rumit, Anda harus menunggu sampai 1 minggu.
 

19. Desa Tenun Sukarara

 

Kain Tenun adalah salah satu seni tradisional Pulau Lombok yang memiliki keindahan yang unik dan berbeda. Anda bisa menyaksikannya saat berkunjung ke Desa Sukarara. Desa ini terkenal sebagai penghasil Kain Tenun tradisional Pulau Lombok. Kehidupan penduduknya mayoritas dilewatkan dengan mengoperasikan alat tenun. Alat tenun ini juga merupakan alat tradisional, yang dibuat dari kayu dengan sistem yang sederhana. Dengan alat ini, penduduk Desa Sukarara menghasilkan bermacam jenis merchandise khas Pulau Lombok. Seperti pakaian tradisional, taplak meja, selimut, dan selendang dengan motif-motif yang indah serta tenunan berkualitas. Karena hasil karya yang berkualitas tersebut, desa ini kemudian menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung domestik maupun mancanegara.

Di Desa Sukarara ini, Anda akan menemui wanita-wanita yang bekerja sebagai penenun. Dahulu terdapat sebuah mitos bahwa apabila kaum pria mengerjakan tenenunan, maka pria tersebut akan mandul. Namun lambat laun mitos itu mulai ditinggalkan. Dan pada saat sekarang, Anda akan menemui beberapa pria yang juga bekerja sebagai penenun. Biasanya, para pria mengerjakan Tenunan ikat, sementara kaum wanita mengerjakan Tenunan Songket.

 
Tenunan Desa Sukarara



Ada bermacam bahan dasar yang dibuat menjadi kain tenun. Seperti benang katun, nilon, sutra, benang perak dan benang mersis yang di datangkan dari luar Pulau Lombok. Sedangkan untuk bahan pewarna, masyarakat Desa Sukarara masih menggunakan pewarna alami. Seperti kulit kayu mahoni, biji buah asam, daun sirih, dan kunyit. Namun mereka juga menggunakan benang yang sudah berwarna, untuk tenunan warna-warna tertentu.

Jika Anda berminat membeli hasil tenunan Desa Sukarara ini, Anda bisa memilih berbagai macam motif. Seperti motif Keker, Serat Penginang, Cungklik, dan lain sebagainya. Namun motif yang paling disukai dan menjadi ikon desa ini adalah motif “Subahnala”. Nama motif tersebut diambil dari kata “Subahanallah”. Karena ketika menenun motif ini, para penenun sering mengucapkan kata tersebut. Sebab motif ini memiliki tingkat kesulitan yang paling tinggi, dan diperlukan waktu yang cukup lama untuk membuat tenunan bermotif Subahnala.

Harga hasil tenunan juga bervariasi, mulai dari selendang seharga Rp. 25.000,- sampai satu set pakaian tenun seharga 3 juta rupiah. Anda juga bisa menemukan baju Batik di desa ini. Tersedia batik tulis dan batik cap dengan karakter Sasambo dan Lombok. Harga batik tersebut berkisar antara Rp. 600.000,- hingga Rp. 1.000.000,-.

 

20. Desa Gerabah Banyumulek

 

Kekayaan alam Lombok memang sudah terkenal ke penjuru dunia. Keindahan pantai, gunung, dan lautnya mampu mengundang banyak wisatawan untuk berkunjung ke sini. Tapi, jangan kira Lombok tak memiliki kekayaan yang lain. Lihat saja Desa Banyumulek yang menjadi sentra produksi Gerabah / tembikar terbesar di Lombok. Tembikar berbahan dasar tanah liat mampu diolah menjadi barang yang sangat bermanfaat dan indah.

Desa ini terletak 14 kilometer dari Mataram, tepatnya di Kecamatan Kediri, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat. Sebelas ribu jiwa yang menghuni desa seluas 4 hektare ini mayoritas berprofesi sebagai perajin tembikar. Desa Banyumulek juga dipilih oleh pemerintah setempat sebagai lokasi untuk pengembangan sistem inovasi daerah. Tembikar dari desa ini mampu menembus pasar internasional, seperti Malaysia, Singapura, Australia, Amerika, dan beberapa negara di Eropa.

 

Gerabah Lombok


Memasuki Desa Banyumulek, pengunjung akan disambut gerbang yang menjadi pintu masuk desa. Tulisan “Sentra Industri Gerabah Banyumulek” menjadi penghias gerbang saat melewati gapura tersebut. Mulai dari gerbang ini, pengunjung dapat melihat tembikar-tembikar yang dipajang di pelataran rumah.

Berkunjung ke Desa Banyumelek, pengunjung tidak hanya disuguhi jajaran tembikar yang indah. Karena datang ke desa penghasil tembikar, pengunjung juga dapat melihat langsung pengolahan tanah liat hingga menjadi tembikar berdesain unik dengan warna yang indah. Tangan para perajin yang begitu ahli bergelut dengan tanah liat hingga menghasilkan benda seni yang artistik menjadi sajian pengalaman tersendiri ketika berkunjung ke desa ini. Bahkan, pengunjung bisa coba membuat tembikar.

Pada awalnya, masyarakat Desa Banyumelek membuat tembikar untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kendi, gentong, dan peralatan masak merupakan jenis tembikar yang dibuat. Seiring waktu, tembikar yang dibuat semakin beragam. Berbagai ornamen dan penghias ruangan menjadi desain yang lebih diutamakan. Pembuatan tembikar jenis ini memberi dampak positif bagi perekonomian desa. Banyak penginapan di Lombok yang menggunakan tembikar produksi Desa Banyumelek sebagai hiasan.

Kerajinan Gerabah / tembikar sudah mendarah daging di masyarakat Desa Banyumulek. Keahlian membuat tembikar sudah diajarkan sejak usia belia. Anak-anak perempuan diajarkan mengolah tanah liat menjadi tembikar, sementara anak-anak pria diajarkan mencari tanah liat dan melakukan penyelesaian tahap akhir.

Kelebihan tembikar yang dihasilkan Desa Banyumelek tidak hanya pada bentuk yang beragam. Warna yang dihasilkan pun sangat indah dan memiliki ciri tersendiri. Dua hal inilah yang menggoda para pengunjung untuk menjadikan tembikar Desa Banyumelek sebagai buah tangan. Harga sebuah tembikar ditentukan oleh kerumitan desain serta lamanya proses pembuatan. Biasanya, sebuah tembikar dijual dari harga puluhan ribu hingga jutaan rupiah.

 

21. Desa Kerajinan Cukli Rungkang Jangkuk


Berjalan seiring dengan berkembang majunya pariwisata di Lombok, sejak 1986, muncul pusat pengrajin di Lingkungan Rungkang Jangkuk yang berada di Kelurahan Sayang-Sayang Kota Mataram. Letaknya, di pinggiran utara-timur kota, sekitar empat kilometer dari pusat kota. Semula, warga di sana dalam kehidupan sehari-harinya adalah penghasil periuk tradisional untuk kebutuhan rumah tangga. Namun, tidak banyak bisa memperoleh nafkah. Kemudian, adanya permintaan barang antik untuk menyuplai kebutuhan barang antik oleh art shop di Bali, menarik warga Rungkang ikut berburu keliling pelosok desa di pulau Lombok.

Alkisah, waktu itu banyak benda-benda peninggalan zaman dahulu yang bisa diperoleh warga Rungkang Jangkuk yang berdagang barang antik tersebut. Ada keris, guci, keramik, berugak (tempat duduk-duduk khas Sasak di luar rumah), pintu, jendela ataupun benda lainnya diantaranya adalah kontak antik untuk menyimpan barang di kalangan orang Sasak. ‘’Setelah sulit mendapatkan barang-barang antik, ada muncul gagasan baru. ‘’Membuat sendiri kotak antik yang memang disukai pengumpul barang antik,’’ ujar Haji Tahpi, 48 tahun, salah seorang warga di sana yang juga pernah berdagang barang antik ke Bali.

Sejak itulah, Rungkang Jangkuk dikenal sebagai pusat kerajinan di kota Mataram. Tidak hanya kunjungan pejabat atau tamu daerah yang berkunjung diajak singgah ke sana, tetapi para wisatawan mancanegara (wisman) pun mendatanginya. Di sepanjang jalan lingkungan Rungkang Jangkuk berdiri art shop milik penduduk di sana. Ada Jambu Crafts, Rara Handycraft Shop dan Koperasi Pade Angen yang beranggotakan 115 orang pengrajin setempat.

Semula, Rungkang Jangkuk dikenal sebagai pusat produksi kerajinan kotak antik yang dibuat warga. Menggunakan bahan pelepah aren atau pandan yang dihiasai oleh . Namun, tidak bertahan lama. ‘’Bahannya sulit diperoleh,’’ ujar salah seorang warga pengrajin kotak antik Muhajab, 28 tahun. Sejak tiga tahun terakhir ini, ia beralih menjadi pekerja yang menghasilkan produksi Cukli.

 

Peti Antik Cukli Peti Antik Cukli
Kaligrafi Alquran Dari Cukli

 

Cukli adalah nama dari kulit kerang, kulitnya yang keras itu berwarna putih gading. Kulit kerang itulah yang dipotong kecil-kecil yang ditempelkan dijadikan penghias permukaan kayu. Produk yang dihiasi Cukli oleh pengerajin rungkang jangkuk ini sebagian besarnya berupa kayu mahoni dan kayu jati. Biasanya para pengerajinan cukli Rungkang Jangkuk membeli kayu yang sudah diolah berupa mebel dan kerajinan tangan dari daerah sesele dan beberapa tempat penghasil mebel kayu berupa meja dan kursi, lemarin, sketsel, kotak barang, kotak perhiasan, napan, asbak, tempat buah, topeng, cecak dinding dan rehhan. Mebel atau kerajinan kayu tersebut kemudian dipahat membuat lobang sesuai motif yang disebut menatah kemudian dipasangkan cukli. Setelah dipasangkan cukli barulah di ampelas, dempul, plitur dan dicat yang kemudiaan cukli yang tercat di gores baru dicat pengkilat sebagai cat finising. Motif tempelan cukli sangat beragam mulai dari mahluk hidup atau mati bahkan berupa objek abstrak.


Apa kerajinan cukli itu? Cukli adalah nama dari kerang yang didatangkan dari luar daerah seperti Sulawesi, Flores atau bahkan dari Jawa. Kulitnya yang keras itu berwarna putih gading. Nah, kulit kerang itulah yang dipotong kecil-kecil berbentuk wajik dijadikan penghias kerajinan di sana dalam berbagai rupa disain. Ada meja dan kursi, lemarin, dinding sketsel pemisah ruang, kotak barang, kotak perhiasan, asbak, tempat buah, rehan – tempat kitab Al Qur’an untuk mengaji, topeng atau patung primitive dan binatang yang digemari oleh wisman. Ketua Himpunan Pramuwisata Indonesia Nusa Tenggara Barat Fatwir Uzali mengatakan : ‘’Kerajinan cukli memberikan wahana baru obyek kerajinan Sasak.’’ Kerajinan di situ menggunakan bahan baku kayu mahoni yang berkwalitas sehingga tidak mudah rusak. Apalagi warnanya yang hitam kecoklan menjadi identik dengan kesenian Aborigin.

Menurutnya, kerajinan cukli ini menjadi luar biasa daya tariknya bagai wisatawan yang datang ke Lombok. Sebab, adanya kerajinan cukli ini memberikan citra tradisional dari kata lain desain Lombok Primitive yang membuat tamu-tamu wisatanya berdecak kagum. ‘’Para pemandu wisata akhirnya menyebut ukiran cukli itu Lombok Primitive,’’ ucapnya.

Maka tidak heran kalau wisatawan yang berkunjung sangat tertarik ingin tahu lebih banyak produksi kerajinan cukli tersebut. ‘’Banyak orang tertarik cukli. Orang Eropah ataupun Timur Tengah menyukainya,’’ kata Fatwir yang menyebut pemandu wisata tidak sekedar mengajak tamunya mendatangi art shop namun juga datang ke sentra mereka bekerja di lingkungan rumah pemilik usaha.

 

22. Desa Kerajinan Ketak Beleke

 

Desa Beleka Kecamatan Praya Timur Kabupaten Lombok Tengah Nusa Tenggara Barat, memiliki luas wilayah kurang lebih 965,85 Ha dengan jumlah penduduk pada tahun 2010 sebanyak 8407 jiwa. sumber mata pencharian penduduknya terbensar dari hasil pertanian dan kerajinan rotan (hendycraft).


Desa Beleka Lombok merupakan desa sentra industri yang tertua dan terbesar di Pulau Lombok. Kerajinan yang dihasilkan oleh desa ini adalah pernak-pernik anyaman. Hampir semua penduduknya bermata-pencaharian sebagai pengerajin anyaman. Tak hanya hasil kerajinan mereka sendiri yang dikerjakan, namun penduduk setempat juga membantu menyelesaikan hasil kerajinan (setengah jadi) dari desa lain. Misalnya Desa Penunjak yang terkenal dengan kerajinan tembikarnya.

Jauh sebelum Pulau Lombok dikenal di dunia pariwisata, kerajinan tangan sudah menjadi budaya dan tradisi di Desa Beleka Lombok ini. Akhirnya semenjak 25 tahun yang lalu, hasil anyaman Desa Beleka mulai dikenal dan dipasarkan, dari wilayah lokal menjalar sampai ke internasional. Jika Anda tertarik dengan sebuah souvenir anyaman yang Anda temui di Kota Makasar, Anda bisa singgah sebentar ke Desa Beleka.

 
Rotan Tas Ketak
Keranjang Krtak Tempat Buah Ketak


Di desa ini, Anda bisa menyaksikan tangan-tangan yang cekatan menganyam rotan. Anda bisa mengamati proses pembuatannya sampai menjadi sebuah souvenir yang berkualitas. Jika tertarik, Anda juga bisa mempelajari dan ikut membuat anyaman seperti para pengerajin tersebut. Siapa sangka ternyata Anda juga berbakat, sehingga Anda bisa membawa oleh-oleh berupa buah karya tangan Anda sendiri.

Pengerajin Anyaman Desa Beleka, LombokJika Anda ingin sekedar melihat-lihat dan berbelanja, Anda bisa mengunjungi Art Shop dan showroom milik Bapak H. Syukron yang terletak tepat di depan SDN Beleka I. Di galeri tersebut, Anda bisa menemui sebagian besar produk anyaman Desa Beleka yang dibuat oleh para pengerajin. Mayoritas hasil anyaman dikumpulkan dan dijual di sini. Anda juga bisa membeli hasil kerajinan tersebut untuk oleh-oleh.

Hasil kerajinan anyaman yang dibuat di Desa Beleka Lombok ini juga bermacam-macam. Seperti pelaratan rumah tangga, hiasan dinding, pernak-pernik dekorasi, dan lain sebagainya yang sebagian besar berbahan dasar Ketak (sejenis Mendong) dan Rotan. Harga yang ditawarkan juga bervariatif dan relatif murah, tergantung dari ukuran dan tingkat kesulitan dalam pembuatannya. Misalnya, Anda bisa membawa pulang sebuah vas bunga atau piring buah dengan harga Rp. 15.000,- hingga Rp. 30.000,- per buah.

Salah satu hasil kerajinan yang menjadi andalan Desa Beleka Lombok ini adalah Cupu. Benda yang satu ini memiliki kaitan sejarah dan budaya masyarakat setempat, yang berpengaruh besar terhadap perkembangan kerajinan anyaman Desa Beleka ini.

Cupu adalah sebuah wadah yang berbentuk bulat, yang biasanya digunakan sebagai tempat tembakau dalam upacara Bendulang. Nama tersebut diambil dari bahasa Sasak yang berarti bundar atau bulat. Dari Cupu yang sederhana ini, kemudian muncul ratusan bahkan ribuan varian. Jadi Anda jangan heran jika menemui sebagian besar hasil anyaman yang berbentuk bulat.

Selain itu Anda juga bisa menemukan Gandek, sebuah tas tradisional khas Pulau Lombok. Tas ini terbuat dari anyaman kulit bambu dengan kayu yang diukir pada bagian tutup dan dasarnya. Seperti halnya tas-tas modern, Gandek juga digunakan untuk menyimpan barang-barang pribadi. Bagi kaum pria Suku Sasak, Gandek dipakai ketika bekerja atau ketika bepergian. Selain itu Anda juga akan menemui hasil kerajinan yang lain seperti kerajinan kayu, Pameje (pisau pendek khas Pulau Lombok), keris, serta kerajinan tempurung kelapa.
 

23. Taman Narmada.

 

Taman Narmada terletak di Desa Lembuak, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat atau sekitar 10 kilometer sebelah timur Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, Indonesia. Taman yang luasnya sekitar 2 ha(hektar are) ini dibangun pada tahun 1727 oleh Raja Mataram Lombok, Anak Agung Ngurah Karang Asem, sebagai tempat upacara Pakelem yang diselenggarakan setiap purnama kelima tahun Caka(Oktober-November). Selain tempat upacara, Taman Narmada juga digunakan sebagai tempat peristirahatan keluarga raja pada saat musim kemarau.

Nama Narmada diambil dari Narmadanadi, anak Sungai Gangga yang sangat suci di India. Bagi umat Hindu, air merupakan suatu unsur suci yang memberi kehidupan kepada semua makhluk di dunia ini. Air yang memancar dari dalam tanah(mata air) diasosiasikan dengan tirta amerta(air keabadian) yang memancar dari Kensi Sweta Kamandalu. Dahulu kemungkinan nama Narmada digunakan untuk menamai nama mata air yang membentuk beberapa kolam dan sebuah sungai di tempat tersebut. Lama-kelamaan digunakan untuk menyebut pura dan keseluruhan kompleks Taman Narmada.

Taman Narmada yang sekarang ini adalah hasil pembangunan dan serangkaian perbaikan/pemugaran yang berlangsung dari waktu ke waktu. Sewaktu para petugas dari Direktorat Perlindungan dan Pembinaan Peninggalan Sejarah dan Purbakala bersama dengan para petugas Kantor Wilayah Depdikbud Nusa Tenggara Barat meneliti dan mengumpulkan data sebagai langkah awal pemugaran, mereka berpendapat bahwa pemugaran secara menyeluruh tidak mungkin dilakukan. Banyak bagian yang telah rusak terutama tebing-tebing kolam, taman, pagar maupun bangunan. Pada tahun 1980 sampai 1988 rekonstruksi Taman Narmada dapat diselesaikan.

 
Taman Narmada



Setelah direkonstruksi oleh pemerintah melalui Ditjen Kebudayaan, Direktorat Perlindungan dan pembinaan Peninggalan Sejarah dan Purbakala, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Taman Narmada dijadikan sebagai kompleks bangunan cagar budaya dengan daftar induk inventarisasi peninggalan sejarah dan purbapakala pusat nomor 1839. Dengan demikian, sesuai dengan peraturan yang berlaku kelestarian Taman Narmada dilindungi oleh pemerintah.

Kompleks Taman Narmada yang ada di Lombok itu dapat dibagi menjadi beberapa bagian, yaitu gerbang utama, jabalkap, telaga kembar, gapura gelang/paduraksa, mukedes, telaga padmawangi, balai loji, balai terang, patandaan, bangunan sekepat, balai bancingah, Pura Kelasa dan Pura Lingsar. Berikut ini akan diuraikan bagian-bagian dari Taman Narmada dari gerbang utama.

Gerbang utama yang berbentuk gapura bentar dan berada di sebelah utara. Setelah gerbang utama kita akan memasuki halaman jabalkap, yang di dalamnya terdapat telaga kembar. Di bagian selatan jabalkap terdapat sebuah gapura yang bernama Gapura Gelang atau Paduraksa yang menghubungkan antara halaman jabalkap dengan halaman mukedes. Pada halaman mukedes terdapat beberapa buah bangunan, antara lain Sanggah Pura, Balai Pamerajan dan Balai Loji(salah satu di antara bangunan kediaman raja). Di sebelah tenggara halaman mukedes terdapat gapura yang menuju ke halaman pasarean. Di halaman paseran ini terdapat juga Balai Loji, Telaga Padmawangi, Pawedayan, pawargan, Balai Terang. Balai Terang adalah sebuah bangunan yang berfungsi sebagai tempat istirahat/tidur raja, berbentuk panggung yang seluruhnya terbuat dari kayu. Bagian atas bangunan yang terbuka dipergunakan untuk menikmati pemandangan ke arah Meru pura di sebelah timurnya. Pintu dan jendela Balai Terang ini bermotif bulan tunggal dan tumbuh-tumbuhan.

Di sebelah timur halaman pasarean terdapat Pura Kelasa atau Pura Narmada. Bentuk arsitekturnya menyerupai punden berundak. Bagian yang paling suci terdapat di halaman tengah pada undak yang paling atas (pura di Bali umumnya halaman paling suci adalah yang paling belakang). Pura ini tergolong pura jagat atau pura umum bagi semua penganut Hindu Dharma dan merupakan salah satu di antara delapan pura tua di Pulau Lombok. Pura Narmada terletak di atas tebing berundak-undak, sedang di bawah lembah tebing terdapat kolam duyung dan telaga segara anak.

Sebelah selatan halaman pasarean terdapat halaman patandaan. Pada halaman patandaan ini terdapat dua bangunan sakapat yaitu sejenis wantilan atau panggung terbuka bertiang empat. Pada halaman inilah sering diselenggarakan berbagai pertunjukan. Sedangkan di sebelah selatan Patandaan terdapat halaman bancingah. Yang tertinggal di halaman ini sekarang hanyalah tembok keliling halaman dengan dua gapura bentar.

Unsur-unsur bangunan yang lain sebenarnya masih banyak, antara lain pancuran sembilan (siwak) yang letaknya di atas Segara Anak. Bentuk bangunannya dorogancet dengan dua bagian terpisah menyerupai bangunan tradisional di Jawa Tengah. Bangunan ini termasuk bangunan sakral baik bagi penganut Hindu Dharma maupun penganut Waktu Tilu.

Selain itu, ada pula Balai Petirtaan yang sumber mata airnya berasal dari Gunung Rinjani. Balai Petirtaan juga merupakan tempat pertemuan tiga sumber air, yakni Suranadi, Lingsar, dan Narmada. Karena mata airnya berasal dari Gunung Rinjai dan tempat pertemuan tiga sumber mata air lainnya, maka air yang ada di Balai Petirtaan dipercaya dapat menjadikan orang yang meminum dan membasuh mukanya dengan air di situ akan awet muda.

Bangunan-bangunan lain di kompleks Taman Narmada dalam wujud pertamanan sudah sulit ditelusuri keasliannya. Menurut peta tahun 1899 taman di kompleks Taman Narmada di antaranya adalah: Taman Bidadari, Taman Anyar, Taman Paresak, dan Taman Kelasa. Taman Anyar dan Taman Kelasa saat ini telah menjadi perkampungan penduduk. Sedangkan Taman Paresak saat ini telah menjadi kebun buah-buahan dengan tanaman utamanya ialah buah manggis.

 

24. Pura Suranadi

 

Sejarah pura majapahit di suranadi erat kaitannya dengan sejarah pura suranadi. Awalnya, danghyang nirartha atau pandita sakti wawu rawuh yang sedang melakukan perjalanan dari Bali ke pulau Lombok tepatnya menuju gunung rinjani. di perjalanan ke gunung rinjani, beliau melewati Suranadi. Di sana ia bertemu dengan seseorang yang berasal dari kr. Medain yang sedang mencari tirtha untuk melaksanakan upacara ngaben untuk kakeknya. Beliau lalu menyuruhnya untuk mencari 5 batang bambu. Ia menancapkan salah satu bambu lalu mencabut bambu tersebut yang kemudian muncuah mata air yang di sebut tirtha pebersihan, dari pembersihan beliau berjalan menuju lokasi pura ulon lalu menancapkan bambunya kembali di namakan petirtaan, setelah itu beliau berjalan sekitar 5 meter dan menancapkan bambu lainnya lalu keluar air yang di namakan tirtha pelukatan. Setelah itu beliau kembali lagi sejauh 50 meter menuju lokasi tirtha pangentas lalu di tancapkannya sisa kedua bambu tersebut di sana sehingga di namakan tirtha pangentas dan pemanahan.

Sejarah majapahit erat kaitannya dengan kisah lubdaka. Lubdaka merupakan seorang pemburu yang tinggal di tengah hutan. Ia sehari-harinya memburu binatang di hutan. Suatu hari pada hari raya siwalatri ia berburu ke hutan namun tidak mendapatkan apa-apa. Menjelang senja ia di kejar oleh seekor singa sehingga ia menaiki pohon maja. Di atas pohon sambil menunggu singa yang telah menjaganya di bawah pergi, ia memetik daun maja sebanyak 108 helai untuk menjaganya agar tidak tertidur. Di pagi hari, lubdaka pulang ke rumah tanpa membawa hasil buruan. Setelah beberapa hari, ia jatuh sakit lalu meninggal, karena ia telah tidak tidur saat malam Siwa atau Siwalatri ia mendapatkan anugrah dari dewa Siwa sehingga dapat diampuni dosanya. Jadi menurut beliau, pada saat malam siwalatri, sebaiknya kita bermeditasi di pura majapahit tersebut.
 
Pura Suranadi


Pura majapahit sendiri didirikan pada tahun 1915, pura ini di dirikan bersamaan dengan linggih batara bagus gunung rinjani. pura ini di dirikan untuk mengenang para leluhur yang berasal dari majapahit. majapahit merupakan pura yang berposisi di tengan Hutan Taman Wisata, yaitu tempatnya d sebelah timur badan jalan raya masuk ke tengah hutan dan berlokasi 50 meter di sebelah utara Pura Ulon. Pura majapahit merupakan pura yang ukurannya paling kecil di antara empat sebaran Pura Suranadi ini. Letak pura menghadap kearah selatan dan posisinya di kelilingi oleh Hutan Taman Wisata. Pura ini terdiri atas palinggih Bhatara Sakti Waurauh /palinggih bhatara majapahit, palinggih ngerurah dan bale banten. Nama pelinggih eratkaitannya dengan penghormatan atas jasa Dang Hyang Dwijendra yang telah melaksanakan dharmayatra di suranadi ini.

Sumber mata air yang sangat kecil terdapat di luar pura (jaba sisi). Palinggih batara sakti waurauh berbentuk gedong, dengan dasar berupa bataran persegi panjang satu meter kali satu setengah meter dengan tinggi 80 cm. badan berupa kayu bertiang enam setinggi 120 cm dengan altar berbentuk gedong terbuka yang di cat berwarna hitam. Atapnya sangat sederhana berbahan seng, walaupun demikian tetap dapet di benarkan asalkan model dan bentuknya sesuai dengan yang di yakini masyarakat setempat. Pura majapahhit terletak di tengah Hutan Taman Wisata jadi halamanya terbatas, walaupun demikian kawasan di sekitar pura merupakan wilayah yang di gunakan untuk aktivitas upacara. Kawasan jaba sisi pura ini, merupakan wilayah yang statusnya masih menjadi sengketa, karena sampai saat ini belum dapat di berikan untuk membuat dinding pemisah dengan, melainkan hanya di berikan untuk menggunakan untuk upacara saja.

Jadi pura majapahit terletak di Desa Suranadi yang terletak di hutan Suranadi. Yang dimana pura majapahit sangat eratkaitannya kisah lubdaka dan dengan datangnya Bhatara Sakti Waurauh yang melaksanakan tirtayatra.

 

Pura Suranadi sangat erat kaitannya dengan perjalanan DHANG HYANG DWIJENDRA yang dikenal juga dengan nama PEDANDE SAKTI WAWURAWUH. Pura Suranadi memiliki makna yang sangat dalam. Suranadi terdiri dari dua suku kata yaitu Sura yang berarti Dewa dan Nadi yang berarti Sungai. Jadi Suranadi bisa diartikan sebagai sungai pemberian Dewa. Konon sebelum beliau meninggalkan Lombok, beliau melakukan Puja Mantra untuk memunculkan Panca Tirtha agar umat Hindu di pulau Lombok dapat melaksanakan yadnya dengan benar dan tertib.

Kelima Panca Tirtha tersebut adalah:
1. Tirtha Tabah : Tirtha untuk muput upacara Pitra Yadnya, di Bali dikenal dengan Toya Penembak.
2. Tirtha Pembersihan : Tirtha untuk Sawa (jenasah) sebelum diberikan Tirtha Pengentas.
3. Tirtha Pengentas : Diberikan pada Sawa (jenasah) sebelum dimakamkan atau diaben.
4. Tirtha Penglukatan : Digunakan untuk pembersihan diri dan digunakan juga pada upacara Dewa Yadnya, Manusia Yadnya dan Bhuta Yadnya.
5. Patirthaan : Digunakan pada puncak acara sebagai Prasadam.

 

Selain fungsi-fungsi tersebut diatas, saat ini Tirtha Pembersihan dan Pengentas sering juga berfungsi untuk pengobatan dan membuka jalan spiritual. Pada hari-hari tertentu banyak warga yang melakukan mandi sakral pada aliran Tirtha Pembersihan dan pada aliran Tirtha Pengentas.
 

Pura Suranadi memiliki tiga komplek pura yaitu:
1. Pura Ulon/Gaduh, yang terletak di ujung timur laut berbatasan langsung dengan hutan lindung.
2. Pura Pengentas,terletak beberapa meter ke arah barat daya dari pura Ulon dan terdapat dua Pelinggih yang sangat sederhana, sangat sederhana dibandingkan dua pura yang lain.
3. Pura Pembersihan, terletak kira-kira tigaratus meter dari pura Gaduh atau Ulon. Di pura ini hanya ada satu mata air, dan di pura Ulon terdapat dua mata air.

 

25. Pura Lingsar

 

Pura Lingsar, Ini mungkin satu-satunya tempat suci Hindu di dunia dimana baik Hindu dan Muslim datang untuk melakukan ritual.
Kerukunan antar umat beragama nampak di Lombok, umat Islam dan Hindu hidup berdampingan. Bahkan di Pura Lingsar, Umat Hindu dan Islam mengelola dan beribadah disana bersama-sama.

Dibangun pada tahun 1714 dan dibangun kembali pada tahun 1878 untuk melambangkan keselarasan dan kesatuan antara Hindu Bali dan Muslim Sasak penduduk daerah, terutama mereka yang mematuhi unik Lombok Wektu Telu sekolah Islam. Candi ini dibangun pada daerah dataran tinggi, di belakang bagian kompleks.  Pada musim peziarah dilakukan pertempuran tiruan antara Hindu dan Islam, kedua belah pihak melemparkan kue beras satu sama lain Lokasinya Sekitar 7 kilometer sebelah barat Narmada. sekitar 15 km dari pusat Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat itu dibangun pada masa jayanya kerajaan Karangasem Sasak sekitar tahun 1759. Pura ini dibangun oleh Anak Agung Ngurah yang memerintah Lombok bagian barat saat itu. Di kawasan pura itu terdapat empat bangunan pokok, yaitu Pura Gaduh, Kemaliq, Pesiraman dan pesimpangan Bhatara Bagus Balian, serta Lingsar Wulon.

Ketiga bangunan Gaduh, Kemaliq dan Bhatara Bagus Balian hanya dibatasi dengan tembok besar. Saat pujawali berlangsung, upacara dilaksanakan secara serentak. Pujawali adalah upacara pemujaan kelahiran Ida Bhatara yang dilakukan umat Hindu di pura itu.

 
Pura Lingsar


Selain digunakan umat Hindu untuk beribadah, Suku Sasak yang menganut Islam juga menggunakan Kemaliq yang berada di dalam area pura sebagai tempat ibadah juga. Bahkan secara rutin diadakan doa bersama dari berbagai pemeluk agama yang ada di Lombok.

Untuk menjaga kedamaian, dalam di sekitar tempat itu dilarang memakan atau menyembelih binatang-binatang yang dianggap suci oleh masing-masing agama. Bahkan dalam radius 2 km dari Pura Lingsar, sapi yang dianggap suci oleh umat hindu dilarang berkeliaran.

Ketika masuk ke dalam kawasan, pengunjung disarankan untuk memakai selendang yang diikatkan pada pinggang. Selandang ini dipakai untuk menghormati tempat ini yang dianggap suci oleh uimat Hindu dan Islam, Setelah mengenakan selendang kain berwarna kuning, barulah bisa memasuki tempat berdoa. Di samping tempat berdoa itu ada sebuah kolam kecil. Airnya jernih dan tidak pernah kering. Bahkan kedalaman kolam itu selalu tetap setiap saat. Di kolam itu terdapat ikan tuna besar yang panjangnya mencapai satu meter.
Pengunjung kolam itu akan berusaha memacing agar ikan tuna itu muncul. artinya Anda sangat beruntung, Di kolam itu juga, ada ritual melempar uang logam ke kolam sambil membalikan badan dan berdoa.

Konon, tempat itu dibangun sebagai lambang persatuan. Karena itulah, tak ada yang lebih tinggi atau lebih rendah dalam komplek pura yang luas itu. Umat Hindu dan Suku sasak yang beragama Islam secara rukun merawat pura itu secara bersama-sama. Siapa saja yang mempercayai dan ingin ”berhubungan” dengan Tuhan di tempat itu, tak pernah dipermasalahkan, sepanjang mentaati aturan di pura tersebut. Karena itulah, Pura Lingsar perwujudan sikap toleran dari penduduk yang beragam suku, agama dan ras, dan sekaligus menjadi simbol pemersatu umat di Pulau Lombok. Simbol toleransi, juga dilambangkan dengan aturan tak tertulis, bahwa siapa saja yang datang ke tempat suci itu, tak diperkenankan menghaturkan sesaji dari babi dan sapi. Babi haram bagi umat Isalam, dan sapi dianggap suci oleh umat Hindu. Salah satu upacara di Pura Lingsar yang dilakukan bersama oleh umat Hindu dan Suku Sasak yang beraga Islam adalah Pujawali. Setiap purnamaning sasih kanem–menurut hitungan panangggalan Bali atau sekitar bulan Desember, upacara pujawali diselenggarakan. ….selengkapnya baca Upacara Pujawali di Pura Lingsar.

 

26. Pura Gunung Pengsong

 

Selain atmosfer dan karakteristiknya yang kuat, tempat ibadah pemeluk Hindu (Pura) juga memiliki nuansa yang mistik nan alami. Demikian yang akan Anda rasakan saat Anda mengunjungi Pura Gunung Pengsong atau Pura Pangsung. Pura yang terletak di Gunung Pengsong ini sangat tenang sehingga menghantarkan Anda pada sekilas perjalanan spiritual.

Pura Pangsung Nama yang sebenarnya dari pura ini adalah Pura Pangsung. Nama “Pangsung” diambil dari bahasa Sansekerta yang berarti “tempat untuk meminta berkat (dari Sang Hyang Widhi)”. Masyarakat setempat menganggap Pura Pangsung adalah tempat yang sangat dekat dengan Sang Pencipta. Sehingga sangat tepat untuk menjalankan ibadah di pura ini, baik pada hari raya ataupun setiap harinya.

Oleh Suku Sasak, pura ini sering disebut sebagai Pura Gunung Pengsong. Dinamakan demikian sebab sebelum pura didirikan, ditemukan harta karun berupa koin emas di bukit ini. Harta karun tersebut ternyata harta peninggalan jepang yang dikubur. Dalam bahasa setempat, “kepeng” atau disingkat “peng” berarti koin, dan “song” berarti berlubang. Sehingga “Pengsong” berarti koin dengan lubang ditengahnya.

 
Pura Gunung Pengsong


Pura Pangsung didirikan pada tahun 1514. Siapa yang mendirikan dan latarbelakang pendirian pura ini tidak begitu jelas. Sejarah berdirinya Pura Pangsung ini tertulis dalam sebuah buku yang dibuat dari daun palem. Namun keberadaan dan isi buku ini sangat sakral. Sehingga untuk membuka dan membaca isinya harus dilakukan pada hari tertentu, dengan upacara khusus pula. Namun menurut penjaga pura, Pura Pangsung didirikan olah seorang pendeta dari Geria Pendem, Karangasem, Bali, yang bernama Ida Bethara Wayan Sebali. Dan menurut si penjaga tersebut, Pura Pangsung adalah pura tertua yang ada di Lombok Indonesia.

Pura Pangsung bisa Anda capai dari Kota Mataram dengan menggunakan ojek atau kendaraan pribadi, dengan lama perjalanan sekitar 40 Menit. Anda bisa menempuh jalur rute Mataram-Gomong-Ring Road Selatan-Desa Perampuan-Pengsong atau rute Mataram-Cakranegara-Dasan Cermen-Bagek Polak-Perampuan-Pengsong.

Kera-kera di Pura PengsongAnda akan menemui suasana yang asri nan sejuk ketika sampai di kawasan Pura Pengsong. Banyak sekali pohon yang rimbun di sana. Beberapa diantaranya adalah Pohon Beringin yang sudah berumur ratusan tahun, dengan akar-akarnya yang tebal dan menjulur ke tanah. Suasana semakin terasa alami dengan suara khas dari Tengerek, serta kera-kera yang berlompatan di pepohonan sekitar pura. Sebelum masuk ke daerah utama pura, Anda bisa beristirahat sejenak di pelataran pura sembari memberi makan kera-kera nan lucu tersebut.

 

27. Pura Meru Cakranegara

 

Pura Meru merupakan pura terbesar yang ada di Pulau Lombok. Pura ini memiliki arsitektur pura yang cukup unik, yaitu Meru dengan atap bertingkat. Menurut sejarah, Pura Meru dibangun pada abad ke-18 oleh 33 desa di Pulau Lombok.

Meskipun dewasa ini Pulau Lombok dihuni oleh penduduk yang mayoritas beragama Islam, namun Anda masih bisa menemukan beberapa peninggalan Hindu Jawa kuno yang terletak di jalan utama Kota Cakranegara. Salah satunya adalah Pura Meru Lombok ini, yang lokasinya tak jauh dari Pura Taman Mayura. Pura ini memiliki ciri yang cukup menonjol, sehingga dengan mudah Anda akan mengenali Pura Lombok ini. Dari jalan utama Anda akan melihat tiga meru yang bertingkat, yang menjulang dengan atap hitam berbahan ijuk.

Pura Meru adalah tempat suci bagi umat Hindu yang paling terkenal dan terbesar di Pulau Lombok. Pura ini didirikan oleh Anak Agung Made Karangasem, sekitar tahun 1720. Tempat ini dibangun dengan tujuan menyatukan beberapa tempat, yang biasanya digunakan untuk bernegosiasi serta menghakimi orang-orang yang melakukan kejahatan. Sampai sekarang, Pura Meru tak hanya menjadi tempat peribadatan umat Hindu saja, namun juga menjadi tujuan wisata yang paling diminati.

 
Pura Meru Cakranegra



Pura Meru, Pura Terbesar di Pulau Lombok

Seperti pura-pura pada umumnya, Pura Meru terbagi dalam tiga bagian. Bagian pura yang paling suci adalah Utama Mandala. Pura ini merupakan tempat bagi umat Hindu untuk beribadah. Didalamnya terdapat 33 Sanggah yang berwarna putih. Sanggah-sanggah tersebut merupakan simbol dari 33 desa yang ikut membantu Anak Agung Made Karangasem dalam mendirikan Pura Meru. Atapnya berbentuk meru yang bertingkat yang menjulang ke langit. Jika Anda memperhatikan dengan seksama, salah satu meru memiliki 11 tingkat. Sedangkan dua lainnya memiliki 9 tingkat. Meru tersebut melambangkan Dewa-dewa yang ada dalam ajaran Hindu. Yaitu Brahma (Dewa pencipta), Wisnu (Dewa pemelihara), Siwa (Dewa penghancur).

Anda juga akan menemui Sekepat (semacam gazebo dengan empat tiang) yang biasanya digunakan oleh Ida Pedande dalam memimpin upacara. Serta Sake Ulu (gazebo dengan delapan tiang) yang biasa digunakan sebagai tempat sesajen dan banten dalam setiap ritual.

Di bagian tengah Anda bisa menemui Madya Mandala, dengan gazebo dua tingkat yang biasanya dipakai untuk bernegosiasi. Tepat di depan pura ini, Anda bisa menemui Nista Mandala. Yaitu sebuah halaman kosong. Tempat ini biasa digunakan untuk menggelar berbagai kesenian dalam upacara-upacara tertentu.

 

28. Pura Mayura

 

Pura Mayura dibangun oleh Raja A.A. Made Karangasem sekitar tahun 1744, ketika kerajaan Bali masih berkuasa di Pulau Lombok. Pada mulanya area taman ini bernama Taman Kelepug. Nama tersebut diambil dari suara “klepug… klepug… ”, yaitu suara aliran air dari mata air yang jatuh ke kolam. Nama tersebut kemudian diganti ketika taman direnovasi oleh A.A. Ngurah Karangasem sekitar tahun 1866.

Pura Taman Mayura Mataram LombokNama Mayura diambil dari bahasa Sansekerta yang berarti “burung merak”. Pada waktu itu, masih terdapat banyak ular yang berkeliaran sehingga sangat meresahkan masyarakat yang hendak berdoa di pura. Beberapa penasehat kemudian menyarankan agar beternak burung merak, dan memeliharanya di sekitar taman dan pura. Keberadaan burung merak cukup membantu dalam mengusir ular-ular tersebut. Sehingga masyarakat dapat berdoa dengan tenang. Sejak saat itu, nama “Mayura” mulai dipakai dan dikenal.

Ketika menginjak Taman Mayura, Anda akan merasakan kombinasi suasana yang unik. Antara suasana alam yang asri, suasana religius, dan sekaligus bersejarah. Wilayah taman ini terdiri dari dua bagian, yaitu area taman dan area pura.

 
Taman Mayura Cakranegara



Di area taman, Anda akan mendapati taman yang tertata rapi. Disini Anda akan merasakan kedamaian yang alami. Di sekeliling taman dipagari oleh pohon-pohon Manggis, dengan rumput hijaunya yang subur terawat. Di taman ini Anda juga akan menemui sebuah kolam yang ditengahnya berdiri sebuah bangunan. Bangunan tersebut bernama “Rat Kerte”, sering disebut sebagai “Gili” (dalam bahasa Sasak berarti “pulau kecil”). Rat Kerte atau Gili tersebut dulunya sering dipakai sebagai tempat untuk berkumpul, melakukan pertemuan atau rapat, serta untuk menerima tamu kerajaan.

Menurut penjaga pura atau pamangku, roh dari area Mayura ini sebenarnya terletak di komplek pura yang berada di hulu kolam. Namun komplek tersebut biasanya luput dari mata para pengunjung. Karena perhatian para pengunjung tertarik pada luasnya area taman yang indah.

Menginjak ke komplek pura, Anda bisa menemui empat pura utama. Seperti Pura Gunung Rinjani, Pura Ngelurah, Pura Padmasana, dan Pura Gedong. Pura Gedong sering digunakan untuk peribadatan umat Hindu, bahkan dari berbagai penjuru dunia. Karena hal tersebut, Pura Gedong juga memiliki nama lain, yaitu Pura Jagad Rana. Di area pura ini, suasana religius sangat terasa.

Pura Mayura LombokKomplek pura ini tidak hanya dikunjungi oleh umat Hindu saja. Siapapun boleh masuk ke area pura untuk melihat-lihat serta mengetahui sejarahnya. Hanya pada waktu-waktu tertentu saja, area pura ditutup untuk umum. Seperti pada perayaan Galungan, perayaan Kuningan, serta hari raya umat Hindu lainnya. Jika Anda ingin mengetahui lebih banyak tentang kompleks pura serta Taman Mayura ini, Anda bisa menanyakannya pada pemangku di Bale Pawedan.

 

29. Hutan Monyet Baun Pusuk

 

Di Lombok, ada juga sebuah objek wisata pegunungan yang tidak kalah indahnya dengan Puncak di Bogor, yakni Hutan Lindung Pusuk atau Pusuk Pass, sebuah objek wisata yang terletak di titik puncak salah satu bukit yang masih dalam dalam kawasan Hutan Pusuk, sebuah hutan wisata yang merupakan bagian dari Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR). Hutan Pusuk berada di bentangan kaki Gunung Rinjani di sebelah barat, sebuah gunung yang memiliki ketinggian 3.726 mdpl yang merupakan gunung merapi tertinggi nomor urut 2 di Indonesia, berada tepat di garis perbatasan Kabupaten Lombok Utara dan Lombok Barat.

Hutan Pusuk dapat ditempuh melalui jalur Senggigi maupun Kota Mataram dengan waktu tempuh sekitar 30 menit. Dari ketinggian hutan pusuk (sekitar 831 mdpl), kita bisa menikmati panorama alam Lombok yang sangat indah, view 3 gili (Trawangan, Meno dan Air), tebing yang curam, pegunungan yang menghijau dan juga keindahan pesisir pantai Lombok Utara, sebuah panorama yang tidak akan kita dapatkan di Puncak Bogor.

Bercengkrama dan memberi makan monyet-monyet jinak di Hutan Pusuk (c) jackysan.me
Selain keindahan alamnya, Hutan lindung Pusuk merupakan tempat yang asyik untuk bercengkrama dengan monyet-monyet jinak berekor panjang (jenis Macaca fascicularis) yang menanti sepanjang jalan. Jika di Uluwatu atau Monkey Forest Bali monyet-monyet nya sedikit nakal dan suka merampas barang pengunjung, maka di hutan lindung Pusuk Lombok, habitatnya lebih jinak dan tidak perlu khawatir untuk kecurian barang bawaan.

 

Hutan Monyet Baun Pusuk


Rimbunnya hutan dan banyaknya variant pepohonan besar membuat hutan Pusuk menjadi rumah yang nyaman untuk habitat monyet. Selain itu, mereka hidup bebas dan aman tanpa diganggu manusia. Selain itu, hutan lindung Pusuk banyak ditemukan beragam jenis vegetasi alami seperti garu, mahoni, sonokeling, piling, terep, kumbi dan pepohonan besar jenis lainnya. Selain itu, banyak juga pepohonan yang jenis daun dan buahnya merupakan jenis makanan favorit para monyet.

Penduduk sekitar hutan lindung Pusuk sudah menganggap bahwa keberadaan habitat monyet jinak tersebut merupakan bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan dan bisnis mereka, terutama dampak positifnya yang bisa mendatangkan wisatawan yang sekedar berkunjung untuk mengabadikan moment ataupun sekedar menjajaki manisnya tuak manis khas di daerah ini. Biasanya, setelah puas bercengkrama dengan monyet, para pengunjung akan beristirahat sambil minum tuak manis atau makan buah-buahan di warung warung kecil di sisi selatannya.

Kawasan hutan lindung Pusuk kini semakin populer di kalangan para pelancong, baik pelancong lokal maupun pelancong bule. Tak jarang, para bule yang sudah pernah datang sebelumnya akan kembali lagi ke hutan Pusuk untuk sekedar memberi makan monyet di tempat ini.
 

TUJUAN WISATA RELIGI / ZIARAH MAKAM WALI

 

1. Makam Keramat Batu Layar

 

Selain masjid Kuno Bayan Beleq, makam Selaparang dan Loang Baloq yang sering menjadi tujuan wisata religi, Lombok masih menyimpan destinasi lainnya yang serupa yakni makam Batu Layar yang menurut kepercayaan setempat menjadi makam keturunan Nabi Muhammad SAW. Ada juga yang mengatakan bahwa makam tersebut merupakan tempat peristirahatan tokoh Islam berkebangsaan Baghdad bernama Sayid Duhri Al Haddad Al Hadrami.

Sayid Duhri Al Haddad Al Hadrami dipercaya sebagai salah satu tokoh penyebar agama Islam di Indonesia. Beberapa publikasi yang lain menyebut nama tokoh Baghdad yang datang bernama Syeh Syayid Muhammad Al Bagdadi. Entah mana yang benar namun alkisah ia datang ke Lombok untuk melakukan syiar agama. Setelah agama Islam sempurna, ia ingin kembali ke negara asalnya. Saat akan pulang ia diantar ke pinggir pantai Batu Layar oleh para muridnya. Setelah tiba di pinggir pantai, ia duduk diatas batu yang menyerupai sebuah batu. Tak seberapa lama datanglah hujan lebat disertai dengan angin dan peting. Pada saat itulah Syeh Sayid menghilang dan yang tertinggal hanyalah seonggok batu tersebut. Cerita itu pun kemudian melahirkan kisah bahwa yang dimakamkan di makam Batu Layar bukanlah jasad Syeh Sayid namun kopiah dan sorban yang ia tinggalkan.

 
Makam Keramat Batu Layar



Itu sebabnya mengapa makam ini disebut sebagai malam keramat dan sering digunakan sebagai tempat untuk membayar nazar. Yang dimaksud nazar adalah janji yang biasanya diucapkan oleh seseorang sebagai bentuk permohonan jika maksudnya terkabul. Beberapa nazar yang sering diungkapkan oleh para peziarah makam Batu Layar adalah nazar akan berziarah ke makam ini jika keinginan mereka berangkat haji atau umroh tercapai. Itu mengapa saat menjelang musim haji, makam Batu Layar ramai dikunjungi mereka yang akan berangkat ke tanah suci. Kabarnya, tak cuma wisatawan dari Lombok saja yang mengunjungi makam Batu Layar, tetapi juga wisatawan dari luar pulau.

Makam Batu Layar mencapai puncak ramai saat perayaan lebaran topat, yakni lebaran yang diselenggarakan tepat 7 hari setelah Idul Fitri. Lebaran topat bahkan sudah menjadi kegiatan rutin yang diselengarakan oleh Pemerintah Kabupaten Lombok Barat. Diawali dengan tradisi Nyangkar oleh Wakil Bupati Lombok. Dalam tradisi Nyangkar terdapat prosesi pengambilan air lingkuk emas untuk bejanjam. Bejanjam adalah membasuh wajah anah-anak dengan harapan kelak mereka menjadi anak yang saleh. Sedangkan air lingkuk emas diambil dari kaki bukit Batu Layar yang keberadaannya diketahui sebelum zaman Belanda. Sebelum mengambil air ini ada beberapa sesajen yang harus disiapkan yakni penginang pidade yang diisi tokok lekes, jembung kuning tempat ceret, beras kuning, empok-empok dan kejamas. Setelah itu ada proses nguris rambut yakni memotong rambut bayi.

 

2. Makam Loang Baloq & PPH Van Ham

 

Seperti kepercayaan orang Indonesia kebanyakan, makam seringkali menjadi tempat keramat dan mistis. Makam, apalagi jika yang dikuburkan adalah tokoh terkenal dan berpengaruh biasanya akan menjadi tujuan wisatawan religi dan sejarah. Makam Loang Baloq dan PPH Van Ham adalah dua makam yang terkenal di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Namun begitu dua kawasan ini justru mempunyai kisah yang bertolak belakang.

Loang Baloq berasal dari kata dalam bahasa Sasak yang berarti pohon beringin yang berlubang. Ya, area ini memang ditumbuhi sebuah pohon beringin yang konon sudah berumur ratusan tahun. Makam Loang Baloq adalah kawasan pemakaman yang didalamnya terdapat puluhan jasad. Yang menjadi istimewa dan kerap dikunjungi warga adalah makam Maulana Syech Gaus Abdurrazak, makam Anak Yatim dan Datuk Laut. Syech Gaus Abdurrazak adalah pendakwah Islam dari Baghdad Irak yang menyebarkan Islam di Palembang dan kemudian Lombok sekitar 18 abad lalu. Setelah dari Palembang, ia meneruskan perjalanan dan mendarat di pesisir pantai Ampenan, Mataram. Setelah sampai, ia memberikan petuah-petuah yang bersumber pada ajaran Islam kepada masyarakat setempat.

Makam Syech Gaus Abdurrazak inilah yang berada di lubang tepat di bawah pohon beringin berbentuk persegi panjang dengan lubang ditengah, tempat dimana para peziarah biasanya menaburkan bunga. Untuk masuk kedalam makam yang sudah berkeramik putih ini, peziarah perlu memasuki sebuah pintu masuk. Di samping pintu masuk telah disipakan air untuk pengunjung dan sebuah mushola. Sementara itu, makam Anak Yatim berada di samping bagian luar makam Maulana Syech Gaus Abdurrazak dengan ukuran yang relatif lebih kecil. Di samping makam ini, terdapat makam Datuk Laut dengan bangunan permanen berukuran 3 x 4 meter berkeramik warna hitam.
 
Makam Loang Baloq


Tidak hanya berziarah, pengunjung yang datang ke kompleks makam ini juga menggelar sejumlah ritual seperti potong rambut anak yang masih balita atau disebut dengan ngurisang. Peziarah biasanya juga menyampaikan nazar dan berdoa di makam agar segera permintaanya segera dikabulkan. Misalnya seperti minta jodoh, panjang umur, sehat dan murah rejeki. Bagi yang menyampaikan nazar tertentu, mereka selalu mengikatkan sesuatu ke akar gantung pohon beringin. Jika nazar mereka dikabulkan, mereka akan kembali lagi ke tempat itu dan membuka ikatan serta membayar nazar yang sudah disampaikan. Tradisi dan kebiasaan ini disebut dengan Saur Sesangi. Kompleks ini ramai dikunjungi warga saat lebaran Idul fitri hingga perayaan lebaran topat, tujuh hari setelah Idul Fitri dan perayaan Maulid Nabi. Kompleks makam Loang Baloq berada di Kelurahan Tanjung Karang, Kecamatan Ampenan atau sekitar 6 kilometer dari Mataram. Anda dapat dengan mudah menuju tempat ini karena dilalui oleh jalan lingkar Mataram yang sudah beraspal. Anda bisa naik kendaraan umum atau menyewa mobil.

 

Makam Jenderal Van Ham



Nah, jika kompleks makam Loang Baloq berhubungan dengan sejarah syiar Islam masa lalu, makam PPH Van Ham terkait dengan sejarah pertempuran Belanda melawan kerajaan Mataram. PPH Van Ham adalah wakil komandan ekspedisi yang dipimpin Jenderal JA Vetter dengan pangkat Mayor Jenderal. Ekspedisi Belanda pimpinan Jenderal Ja Vetter tiba di pelabuhan Ampenan pada 5 Juli 1894. Pada saat itu Raja Mataram menolak kedatangan mereka sehingga terjadilah pertempuran yang menewaskan Mayor Jenderal Van Ham. Selanjutnya, Van Ham dimakamkan di pemakaman Hindu Karang Jangkong, sekitar 1 km dari kota Mataram. Karena lokasi pemakaman ini berada di tengah kota, banyak kendaraan umum yang dapat mengantar Anda sampai ke lokasi makam. Selain kendaraan umum, Anda juga bisa menumpang taksi dan cidomo. Sampai sekarang, kawasan makam Van Ham masih banyak dikunjungi khusunya orang-orang Belanda yang kebetulan sedang berada di Mataram.

 

3. Makam Maulana Syech TGH. Zaenudin Abdul Madjid

 

Almagfurullah Maulana Syekh Abdul Majid, Pendiri organisasi Nahdatul Wathan.
Lombok adalah sebuah pulau di Nusantara yang berada di sebelah timur pulau Bali. Masuknya Islam ke Lombok sekitar abad ke-14 tidak jauh berbeda dengan daerah sekitarnya, seperti Makasar, Buton, Bone, Sumbawa, dan pulau-pulau lainnya di sekitar Nusa Tenggara. Menurut Raden Itarawan (1998), Islam masuk ke Lombok dibawa oleh Sunan Giri bersama dengan 44 pengikutnya ketika terdampar di desa Bayan yang penduduknya masih menganut paham animisme. Penyebaran Islam di Lombok ditandai oleh peninggalan Masjid "Belek" di Bayan.

Dari sinilah, Islam di Lombok terus berkembang sebagai agama yang dianut oleh masyarakat. Perkembangan Islam di Lombok seiring dengan kemunculan para penyebar Islam (juru dakwah) seperti apa yang penah diajarkan Sunan Giri untuk membebaskan masyarakat dari paham animisme menjadi masyarakat Muslim. Pada gilirannya, lahirlah sosok-sosok ulama Lombok pada awal abad ke-20 yang disebut Tuan Guru yang memiliki pengetahuan agama yang luas untuk meneruskan tradisi dakwah dari para pendahulunya yang telah meninggalkan warisan intelektual yang sangat berharga serta membebaskan masyarakat dari kebodohan dan keterbelakangan akibat kolonialisme Belanda. Misi penyebaran Islam yang dulunya diwakili oleh para Wali Jawa diambil alih oleh Tuan Guru yang dibarengi pula pertumbuhan pondok pesantren yang menyedot banyak pengikut dari segala penjuru dan dari luar pulau Lombok. Perjuangan Tuan Guru diarahkan untuk mensucikan Islam dari unsur-unsur kepercayaan lain dengan menganjurkan kembali pada al-Qur'an dan Hadits sebagai sumber pedoman Islam yang utama.
 

Makam Maulana Syech TGH. Zaenudin Abdul Madjid PANCOR


Dalam konteks ini, muncullah seorang ulama terkenal di Lombok, yakni Tuan Guru Haji Muhammad Zainuddin Abdul Majid yang dilahirkan di Kampung Bermi Pancor, Lombok Timur pada tanggal 17 Rabiul Awwal 1324 H/1906 M. Tuan Guru Haji Muhammad Zainuddin AM dibesarkan di tengah-tengah keluarga religius dan sangat dihormati masyarakat. Berdasarkan penelitian doktoral yang dilakukan Erni Budiawanti (2000), TGH Muhammad Zainuddin AM termasuk salah seorang ulama yang memiliki banyak pengikut di Bayan bersama tuan guru lainnya; yakni TGH Hazmi Azar dan TGH Safwan Hakim. Ayahnya, Tuan Guru Abdul Majid, merupakan tokoh agama dan tokoh maasyarakat yang sangat disegani, dihormati, dan kharismatik. Ayahnya juga dikenal sebagai tokoh pemberani yang pernah memimpin pertempuran melawan kaum penjajah Belanda, Jepang, serta melawan kerajaan Hindu Bali (Karangasem) yang menguasai daerah Lombok.

Sejak kecil, TGH Muhammad Zainuddin AM diakui sangat cerdas, jujur, pandai dan memiliki otak brilian. Tak mengherankan, jika Ayahnya menaruh perhatian yang khusus kepadanya yang diharapkan dapat melanjutkan kepemimpinan ayahnya sebagai tokoh masyarakat dan tokoh agama di Lombok. Pada usia 6 tahun, ia sudah fasih membaca al-Qur'an di bawah bimbingan ayahnya langsung. Pada masa inilah, ia memperdalam ilmu pengetahuan agama secara langsung dari beberapa ulama di sekitar Lombok, yakni TGH Syarafuddin di Pancor dan TGH Abdullah bin Amak Dujali Kelayu Lombok Timur. Di bawah ketiga ulama Lombok inilah, TGH Muhammad Zainuddin AM dibekali pengetahuan agama secara memadai untuk melanjutkan tradisi intelektual yang telah berkembang di Lombok.

Setelah mendapat pengetahuan agama dari ulama-ulama Lombok, TGH Muhammad Zainuddin AM dikirim ayahnya ke Mekah al-Mukarromah. Tepatnya pada usia 17 tahun, ia belajar kepada ulama-ulama Mekah tentang berbagai disiplim ilmu pengetahuan agama selama 12 tahun. Di Masjidil Haram lah, ia mula-mula belajar dengan mendapatkan guru-guru yang sudah ditentukan oleh ayahnya sendiri. Pada tahun 1928, ia melanjutkan studinya di Madrasah Ash-Shaulatiyah yang pada saat itu dipimpin oleh Syaikh Salim Rahmatullah putra Syaikh Rahmatullah, pendiri Madrasah Ash-Shaulatiyah. Madrasah ini adalah madrasah pertama di tanah suci yang banyak menghasilkan ulama-ulama besar. Di madrasah inilah, ia belajar berbagai ilmu pengetahuan agama dengan rajin di bawah bimbingan ulama-ulama terkemuka di kota suci Mekah.

Setelah menimba ilmu di Mekah, TGH Muhammad Zainuddin AM kembali kampung halamannya, Pancor, Lombok Timur untuk mengamalkan ilmu yang telah diperolehnya di Mekah sekaligus untuk mewujudkan obsesinya melanjutkan kepemimpinan orang tuanya sebagai tokoh agama yang akan menegakkan ajaran-ajaran agama. Langkah pertama yang dilakukannya adalah mendirikan Madrasah Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah (NWDI) pada tahun 1934. Madrasah ini khusus diperuntukkan bagi santri pria (Wildan, 1998). Pendirian madrasah ini bermula dari mengumpulkan para pemuda/remaja dalam bentuk halaqah atau majlis ta'lim. Inilah barangkali cikal bakal pendidikan agama di Nusantara selama berabad-abad.

Baru pada tanggal 15 Rabiul Akhir 1362 H/21 April 1943, TGH Muhammad Zainuddin AM mendirikan Madrasah Nahdlatul Banat Diniyah Islamiyah (NBDI) yang dikhususkan kepada santri perempuan. Kedua madrasah ini merupakan madrasah pertama yang berdiri di Lombok. Pada gilirannya, kedua madrasah ini diabadikan menjadi nama Pondok Pesantren Darun Nahdlatain Nahdlatul Wathan (Wildan, 1998).
Hal ini tentu saja memberikan keyakinan intelektual betapa pesantren telah lama menjadi salah satu bentuk dari pendidikan agama yang pernah dimiliki oleh bangsa Indonesia sejak abad ke-13 atau sebelum datangnya penjajah Barat dari berbagai penjuru daerah, termasuk di Lombok. Pesantren sebagai sebuah lembaga pendidikan swasta sudah sejak lama mempunyai diversifikasi dalam berbagai cabang keilmuwan (Karel A. Steenbrink, 1986) Pendidkan Jaringan Intelektual

TGH Muhammad Zainuddin AM memiliki jaringan intelektual yang luar biasa, terutama silsilah guru-guru yang didapatinya selama di Mekah al-Mukarromah. Jaringan ini mencerminkan betapa luasnya pengembaraan mencari ilmu dan matangnya keilmuwan TGH Muhammad Zainuddin AM. Silsilah keilmuwan yang diperolehnya tidak dalam satu mata rantai dalam setiap cabang keilmuwan, melainkan beberapa guru yang memiliki kemampuan dan pengetahuan agama yang luas.

Tarikh akhir 1997 menjadi masa kelabu Nusa Tenggara Barat. Betapa tidak, hari Selasa, 21 Oktober1997 M/20 Jumadil Akhir 1418 H, sang ulama karismatis, Tuan Guru Haji Muhammad Zainuddin Abdul Madjid, berpulang ke rahmatullah sekitar pukul 19.53 Wita di kediaman beliau di desa Pancor, Lombok Timur. Tiga warisan besar beliau tinggalkan: ribuan ulama, puluhan ribu santri, dan sekitar seribu lebih kelembagaan Nahdlatul Wathan yang tersebar di seluruh Indonesia dan manca negara.

 

4. Makam Raja Selaparang

 

Setiap lokasi wisata religi biasanya punya mitos yang dipercaya oleh pengunjung. Begitu juga yang terjadi di Makam Selaparang. Masyarakat setempat percaya bahwa jika kita yang masih lajang berkunjung ke sini niscaya kita akan cepat mendapatkan jodoh. Tertarik ingin membuktikannya?

Keberadaan Makam Selaparang sangat lekat dengan keberadaan Kerajaan Selaparang di abad 13 dan 16 lalu. Kerajaan Selaparang pertama adalah kerajaan Hindu dan kekuasaannya berakhir dengan kedatangan ekspedisi Kerajaan Majapahit pada tahun 1357. Kerajaan Selaparang kedua adalah kerajaan Islam. Dalam sejarah, Kerajaan Selaparang tergolong kerajaan yang tangguh, baik armada laut dan daratnya. Laskar lautnya bahkan pernah mengusir Belanda yang hendak memasuki wilayah tersebut sekitar tahun 1667-1668 Masehi. Kerajaan Selaparang pernah dua kali terlibat dalam pertempuran sengit melawan Kerajaan Gelgel, yakni sekitar tahun 1616 dan 1624 Masehi.
 
Makam Selaparang


Makam Selaparang berada di Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, tepatnya di kecamatan Swela sekitar 65 km dari kota Mataram. Jika Anda menyewa mobil, perjalanan akan memakan waktu sekitar 1 jam. Selama perjalanan, kita akan disuguhi banyak sekali pemandangan indah termasuk pegunungan Rinjani yang memesona. Untuk masuk ke lokasi makam, kita harus membayar tiket seharga Rp. 5 ribu per orang. Kita juga harus mentaati segala peraturan di lokasi ini, yakni dilarang memotret, harus mengenakan baju yang sopan, melepas alas kaki dan bagi yang sedang menstruasi tidak boleh masuk ke area makam. Komples Makam Selaparang ramai dikunjungi peziarah pada waktu-waktu tertentu seperti menjelang musim keberangkatan jamaan haji dan beberapa waktu khusus lainnya. Tradisi ziarah ke Makam Selaparang masih lestari hingga sekarang. Ada tiga makam yang banyak dikunjungi di kompleks Makam Selaparang yakni makam Raja Selaparang, makam orang tua Raja Selaparang dan makam panglima Gajah Mada. Di ketiga makam ini, pengunjung sering menaburkan bunga dan membasuh muka dengan air yang telah seediakan. Dengan membasuh muka ini diyakini bagi yang masih lajang akan cepat mendapat jodoh. Jejak-jejak keislaman di makam ini adalah di nisan salah satu makam bertuliskan huruf Arab dan huruf yang merupakan peralihan huruf Jawa kuno ke huruf Bali yang terdiri atas lima baris dan terpahat dalam bentuk relief timbul yang berbunyi “La ilaha ilallah, wa muhammadun radul, ulla, maesan, gegawean dan parayuga”.

Pada mulanya makam ini dibangun ketika salah satu raja atau wali Selaparang diburu oleh Belanda. Ketika itu raja tersebut menerobos dinding masjid yang berada di samping makam dan menghilang disana. Atas dasar itulah makam ini kemudian dibangun. Di kompleks ini dulunya terdapat perpustakaan, namun oleh Belanda buku-bukunya dimusnahkan. Di perpustakaan inilah terdapat sejarah Kerajaan Selaparang saat itu.

Jika ingin mengetahui lebih banyak tentang sejarah Kerajaan Selaparang, Anda bisa sekali ke Desa Ketangga yang masih berada di Kecamatan Swela. Desa itu termasuk desa tertua dan menyimpan benda-benda pusaka Kerajaan Selaparang. Desa ini menyimpan misteri dan memiliki cagar budaya yang cukup banyak, seperti masjid pusaka Selaparang, batu dari Irak (Baghdad) dan sabuk yang bertuliskan sejarah manusia sejak lahir hingga masuk alam akhirat. Tidak itu saja, pengunjung juga bisa menemukan Al Quran bertulis tangan, perisai yang terbuat dari kulit, keris dan masih banyak yang lain.

 

5. Makam Wali Nyatoq

 

Di Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, atau 49 km dari kota Mataram, terdapat sebuah makam yang cukup istimewa. Makam Wali Nyatoq, demikian namanya. Makam ini terletak tidak jauh dari masjid tua Rembitan. Bagi masyarakat Lombok Tengah, Wali Nyatok telah menjadi bagian penting dari kehidupan mereka karena berjasa dalam penyebaran agama Islam di sana, sehingga makamnya memiliki makna spiritual yang luar biasa.

 

Warga masyarakat yang datang ke sana selain untuk nyekar, juga minta keselamatan dan kesembuhan dari penyakit. "Jika kita ada niatan dan ikhlas, pasti dikabulkan. Percaya atau tidak, banyak yang telah menjadi kenyataan. Ini memang hal yang secara rasional sulit dipercaya. Karena itu banyak warga yang mempercayainya berduyun-duyun datang ke makam khususnya pada hari Rabu menjelang bulan Maulid," (Yang Biasa Aku Liat)


Mereka yang berkunjung tidak hanya dari Lombok, melainkan juga datang dari Jawa. Informasi itu sendiri di samping diperoleh dari mulut ke mulut, juga atas petunjuk spiritual. Dalam kaitan kunjungan pada hari Rabu, memang menjadi buah bibir masyarakat. Namun konon, hari Rabu adalah hari baik di mana Wali Nyatoq memberikan berkahnya secara utuh. Beberapa warga mengaku pernah ada wangsit dari Wali Nyatoq yang menyebutkan bahwa dia ada pada hari itu. Akhirnya, kebiasaan berkunjung pada hari Rabu terus terpelihara.

 

Makam Wali Nyatoq

 

Air makam Wali Nyatok pun dikeramatkan, sehingga acapkali dipakai sebagai sarana untuk mengungkap suatu kasus meresahkan yang terjadi di desa itu. Misalnya saja jika ada warga yang kecurian, kemudian ada seseorang yang dicurigai, orang itu langsung digelandang ke makam Wali Nyatoq untuk disumpah. Di sana, di hadapan warga, orang itu akan diminta meminum air tanah tersebut. Mereka yang merasa mencuri, tidak akan bersedia meminumnya karena akan terjadi sesuatu yang tidak diinginkan pada dirinya.


Bisa dibilang, makam Wali Nyatoq sangat diistimewakan masyarakat setempat. Seperti Yang Biasa Aku Liat makam tersebut identik dengan keberadaan masjid tua Rembitan -- yang usianya diduga mirip dengan masjid tua Bayan dan masjid tua Pujut. Fondasi bangunan masjid dari tanah. Namun gambaran yang khas dari masjid itu adalah tali-temalinya menggunakan bahan ijuk dan tali saot -- sejenis akar gantung pada tumbuhan hutan. Sedangkan tali pengikat atap alang-alang disebut male.


Abad Ke-16
Masjid tua Rembitan dengan bentuk atap tumpang dan tanpa serambi itu diperkirakan dibangun pada abad ke-16. Babad Lombok menyebutkan bahwa agama Islam masuk ke Lombok dibawa Sunan Prapen, putra Sunan Giri dari Gresik. Dibangunnya Masjid Rembitan itu sering dihubungkan dengan tokoh penyebar agama Islam di daerah Rembitan Wali Nyatoq.


Wali Nyatoq merupakan penyebar Islam yang masuk ke kawasan selatan Lombok Tengah di mana masyarakat semula merupakan pemeluk animisme. Dalam menyebarkan Islam, Wali Nyatok pun mengimplementasikannya dalam kegiatan sehari-hari lewat tingkah laku yang baik.


Berdasarkan cerita dari mulut ke mulut, pada saat Wali Nyatoq meninggal dunia, jenazahnya ditandu. Konon begitu akan dikuburkan, jasadnya menghilang. Yang tinggal hanya kain kafan dan keranda yang kemudian dimakamkan. Begitu kuatnya keterikatan masyarakat dengan tokohnya itu membuat hubungan masyarakat dengan makam tersebut tidak bisa dipisahkan. Karena itu, tidak ada seorang pun yang berani menggugat keberadaan makam itu.


Seperti waktu Itu, Sepulang Aku Dari Sekolah, H. Subhakti, tewas mengenaskan di tangan massa. Pasalnya, Subhakti diduga telah merusak makam Wali Nyatoq karena berupaya melakukan pembongkaran. Konon, Subhakti hanya ingin mengungkap tabir di balik keajaiban yang sering terjadi pada makam tersebut. "Memang sudah menjadi kepercayaan masyarakat, barangsiapa yang berani mengusik makam keramat ini sudah jelas nyawa taruhannya. Apa pun alasannya sulit diterima secara rasional,"( Seperti Itulah Kata " Masyarakat Rembitan Pujut)

 

6. Makam Bintaro Ampenan

 

PENYEBARAN agama Islam di NTB, khususnya Lombok telah dilakukan sejak dahulu. Tetapi, dalam implementasinya ajarannya masih belum sempurna, karena masih tercampur dengan tradisi yang ada.

Makam Bintaro yang berada di Jalan Saleh Sungkar, Bintaro, Ampenan, Mataram, merupakan makam para Habib yang datang untuk menyempurnakan ajaran Islam di Lombok. Dari papan informasi yang dipasang Pemkot Mataram, jika Makam Bintaro merupakan makam dari Habib Husen Bin Umar Mashur, Syarifah Zahra Al Habsy, dan Syech Abdullah Al Badawi yang meninggal tahun 1880. Ketiganya merupakan para habib yang berasal dari Yaman Selatan yang datang tahun 1865 dan menetap di lingkungan Telaga Mas Kampung Arab Ampenan.

Nurrahman, penjaga Makam Bintaro, menuturkan jika Habib Husen Bin Umar Mashur dan Syarifah Zahra Al Habsy merupakan pasangan suami istri. “Jadi makamnya berderet begitu, sedangkan makam Syech Abdullah Al Badawi sendiri dia,” terangnya saat ditemui Ekbis NTB,

 

Makam Bintaro Ampenan


Makam para habib ini berada di sebuah bangunan di mana makam ketiganya dibuat paling besar dan diberi kain penutup. Juga terdapat belasan makam lainnya di dalam makam tersebut. “Kalau yang itu makamnya tidak ada namanya,” jelas Nurrahman.

Selain makam para Habib, di Makam Bintaro juga terdapat makam Saleh Sungkar yang berada di selatan bangunan makam Habib. Makamnya diberi penutup kain putih dan dibuat agak tinggi dibanding makam sebelahnya.

Nurrahman menjelaskan Saleh Sungkar dulunya merupakan Datu Ampenan yang terkenal dengan kepintarannya. “Tetapi ada temannya yang iri sama dia, jadi Saleh Sungkar dibunuh sama temannya itu. Tidak salah dia dibunuh di sekitaran Narmada dulu,” katanya. Makam Saleh Sungkar bertahun tahun 1952. “Di sebelah kirinya ini makam istrinya Saleh Sungkar. Kalau keturunannya di luar Lombok saja tempatnya,” terangnya.

Makam Bintaro ini, kata Nurrahman, bisa dikunjungi setiap harinya. “Tetapi paling ramai setiap hari minggu. Pengunjungnya datang dari seluruh Lombok,” katanya. Makam ini juga biasanya dikunjungi oleh calon jamaah haji yang sebelum berangkat akan berziarah ke makam ini. Fasilitas makam Bintaro ini sendiri cukup bagus, karena tersedia tempat parkir yang luas dan posisinya yang berada di samping jalan utama Senggigi memberikan kemudahan akses bagi pengunjung. Di sini juga tersedia lapak pedagang yang sudah disediakan oleh Pemkot Mataram, sehingga pengunjung bisa membeli kebutuhannya.

 

7. Makam Wali Ketaq

 

Makam ketaq adalah pemakaman Tuan Guru Lalu Moh Soleh yang dijuluki Datuk Lopan yang dulunya memiliki pengaruh besar terhadap sejarah masyarakat Lombok. Konon memiliki sejarah panjang perjuangan para wali dalam memperjuangkan ajaran islam yang ada di pulau Lombok. Beliau meninggal dunia Tahun 1361 H ( 1942 M ) dalam usia 132 Tahun. Dan dimakamkan di pemakaman ketaq. Makak ketaq terletak di Dusun Lopan, Desa Monggas, Kecamatan Kopang, Kabupaten Lombok Tengah, NTB.

Makam ketak menjadi salah satu wisata religi di Kab. Lombok Tengah. Dari dulu sampai sekarang, makam ketaq tetap ramai pengunjung. Berziarah ke makam merupakan salah satu hal yang sudah ada sejak dulu sampai sekarang. Berziarah ke makam ketaq membuat kita tetap mengingat mati dan memngingat atau mengenang orang- orang yang yang dulunya berpengaruh dalam sejarah perkembangan islam di tempat kita.
 

Makam Ketak


Makam ketaq ramai dikunjungi oleh masyarakat khususnya masyarakat lombok tengah untuk berziarah. Jelang lebaran, makam ketak ramai dikunjungi oleh masyarakat untuk rekreasi atau berwisata. Selain rekreasi dan berwisata, pengunjung datanng berziarah ke makam ketaq untuk berdo’a. Masyarakat yang datang untuk berdo’a, melakukan do’a bersama dengan keluarga di dalam kuburan Tuan Guru atau Datoq Lopan. Mereka percaya bahwa, dengan memanjatkan do’a di makam orang sholeh , maka do’a mereka akan cepat dikabulkan dan tuan guru atau datoq lopan yang sudah meninggal akan ikut mendo’akannya.

Setelah berdo’a, mereka mencuci muka dengan air yang dicampur dengan kembang atau biasa disebut oleh orang lombok tengah dengan sebutan Rampe sebagai pelengkap. Pengunjung yang datang ziarah ke makam ketaq dari berbagi daerah. Masing- masing memiliki cara dan kepercaaan yang berbeda, tapi dengan tujuan yang sama.

 

8. Masjid Kuno Bayan Beleq

 

Lombok tidak hanya pulau dengan pantai dan pura, disini pun tersimpan jejak penyebaran Islam. Mesjid Kuno Bayan Beleq adalah salah satu situs yang menceritakan hal ini. Tidak hanya itu, karena diberi titel “masjid kuno” maka Anda mungkin akan takjub dengan bangunanya yang unik. Barangkali hanya Masjid Kuno Bayan Beleq-lah yang punya arsitektur seperti ini. Ukuran masjid ini cukup kecil, hanya 9 x 9 meter dengan dinding berasal dari anyaman bambu dan beralaskan tanah liat yang dikeraskan dan dilapisi dengan anyaman tikar bambu. Atapnya terbuat dari bilha-bilah bambu. Pondasi masjid ini menggunakan batu kali tanpa semen. Unik bukan?

Konstruksi Masjid Kuno Bayan Beleq memiliki makna filosofi yang terdiri dari kepala, badan dan kaki yang menggambarkan dunia atas, dunia tengah dan dunia bawah yang merupakan satu kesatuan dalam entitas kosmos masyarakat Lombok Utara.

Masjid Kuno Bayan Belek ini terletak di kecamatan Bayan Kabupaten Lombok Utara tepatnya berada di perbatasan antara Lombok Utara dan Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat. Kawasan Bayan termasuk jauh dari pusat kota, atau sekitar 80 km dari Mataram. Oleh karenanya, wilayah ini masih sangat tradisional walaupun tidak berarti tertutup dari kehidupan modern. Tradisi masyarakat Bayan salah satunya terlihat dari bangunan rumahnya yang masih mengikuti bangunan asli para leluhur mereka yang juga mirip dengan arsitektur masjid. Itu mengapa, Anda mungkin agak kesulitan untuk menemukan masjid ini karena mirip dengan bangunan rumah Bayan pada umumnya. Masyarakat kampung Bayang juga memiliki beberapa kebiasan khusus yakni mereka sehari-hari mengkonsumsi padi bulu yakni jenis padi yang diyakini pertama kali ditanam di sawah Bayan. Ada juga keyakinan jika warga tidak menanam padi jenis ini maka mereka akan mengalami gagal panen.
 
Masjid Kuno Bayan Beleq


Masjid Kuno Bayan Beleq didirikan sekitar 300 tahun lalu. Hingga kini siapa yang mendirikan masjid ini belumlah jelas. Beberapa sumber mengatakan masjid didirikan oleh seorang penghulu yang dimakamkan di komplek masjid tersebut yang dikenal dengan nama Makam Titi Mas Penghulu. Beberapa cerita yang lain menyebutkan Sunan Giri-lah yang membangun seiring dengan diberikannya sebidang tanah kosong oleh Raja Bayan kepada dirinya. Ada juga yang menyebutkan bahwa masjid ini dibangun oleh Sunan Prapen atau yang dikenal dengan nama Pangeran Senopati yang tak lain merupakan cucu dari Sunan Giri. Kendati sejarah pendirian Masjid Kuno Bayan Beleq masih simpang siur, namun keunikannya tidak akan membuat Anda kecewa untuk mengunjunginya.

Nama “Beleq” di masjid ini berarti “makam besar”. Ya, ada sejumlah makam yang berada di kompleks masjid yaitu Gaus Abdul Rozak yang diyakini sebagai penyebar agama Islam pertama di kawasan ini. Juga ada gubuk kecil di sebelah belakang kanan dan depan kiri masjid yang merupakan makam tokoh-tokoh agama yang ikut turun tangan pembangunan dan mengurusi masjid ini sejak awal.

Kini masjid ini tidak lagi digunakan untuk beribadah sehari-hari. Ya, masjid hanya dipakai saat hari besar peringatan agama Islam. Yang lebih menarik lagi, pada perayaan Idul Fitri, masjid ini tidak hanya menggelar sholat berjamaah namun 3 hari setelah itu diselenggarakan perayaan Lebaran Adat Tinggi. Menurut masyarakat setempat, perayaan ini digunakan untuk menopang dan memperkuat Hari Raya Idul Fitri. Kegiatan pada perayaan lebaran Adat Tinggi ini disebut dengan Serah Ancak. Ancak adalah tempat membawa makanan yang berbentuk segi empat dan terbuat dari anyaman bambu dilapisi daun pisang. Diatas daun pisang inilah terdapat makanan dan lauk pauk seperti urap, sate, ikan, daging ayam, daging kambing dan lain-lain. Masing-masing bahan yang diletakkan di Ancak merupakan sumbangan dari warga desa secara sukarela. Memasaknya pun dilakukan secara bersama-sama oleh masyarakat Bayan. Konon, dengan menyantap makanan Ancak ini, maka apapun yang kita inginkan akan berhasil.

Para wisatawan yang akan mengunjungi Masjid Kuno Bayan Beleq harus mengikuti aturan yang sudah ditetapkan oleh pengelola yakni harus menggunakan baju adat sasak seperti dodot dan sapuk. Kompleks masjid ini banyak dikunjungi wisatawan pada saat perayaan Maulid Nabi Muhammad.

 

9. Masjid Hubbul Wathan Islamic Center Mataram

 

Masjid Islamic Center Lombok adalah masjid yang terletak di kelurahan Selaparang, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, Indonesia, yang merupakan masjid termegah dan terbesar di Nusa Tenggara Barat setelah Masjid Raya At taqwa. masjid ini memiliki menara dan kubah besar yang berdiri tegak.


Masjid Islamic Center Mataram dibangun dari masa kepemimpinan gubernur yang bernama Muhammad Zainul Majdi. Sedangkan rencana tersebut dapat terealisasi di tahun 2011 kemudian diresmikan tepat tanggal 15 Desember 2013. Bangunan masjid ini berada du atas tanah seluas 7,6 hektar. Berada di sudut jln. Langko dan Udayana sebagai jalur utama, yang dibangun sangat megah dari perpaduan karakteristik bangunan tradisional di Lombok dengan Sumbawa.


Bangunan masjid ini juga telah dilengkapi dengan menara yang menjulang tinggi sampai 99 meter. Ini sesuai dengan jumlah nama-nama Allah yang ada 99 atau asm’aul husna. Menara tersebut juga telah dibuka untuk wisata religi. Dari menara ini anda bisa melihat indahnya kota mataram di ketinggian dan bisa dilakukan ketika malam hari maupun siang hari.

Keberadaan yang sangat strategis karena letaknya tepat di pusat kota, menjadikan masjid ini sebagai tujuan wisata religi baik wisatawan asing maupun lokal. Pulau Lombok juga populer dengan sebutan pulau seribu masjid. Alasannya karena pada pulau ini ada banyak masjid yang bertebaran baik masjid yang bercorak modern maupun masjid yang sudah kuno. Sebutan seribu masjid juga mewakili kondisi religius dari masayarakat setempat.


Bangunan masjid yang berada di pusat kota ini juga mempunyai 5 menara yang berdiri sangat tinggi. Dengan salah satu menaranya merupakan menara tertinggi yakni sampai 99 meter yang melambangkan asmaul husna yang ada 99.

Dalam menara tersebut juga dilengkapi oleh lift. Hal ini bertujuan agar lebih memudahkan para pengunjung yang ingin mencapai tingkat teratas menara tersebut. Bangunan megah ini juga terlihat lebih cemerlang karena adanya cat berwarna dominan kuning emas serta krem yang dipadukan dengan warna hijau tosca.
 
Masjid Hubbul Wathon Mataram


Luas area masjid Islamic Center sekitar 74,749 meter persegi. Sementara untuk bangunan utamanya dengan luas 36,538 meter persegi, terdapat juga gedung pendidikan seluas 140,92 meter persegi. Bukan Cuma itu saja, ada juga gedung pengkajian seluas 8,928 meter persegi, wilayah komersial seluas 15,819 meter persegi yang nantinya dipergunakan untuk hotel syariah.

Masjid dengan bangunan masjid yang terdiri atas empat lantai ini juga sudah dilengkapi oleh Bollroom. Terdapat busman yang mampu menampung hingga 200 kendaraan beroda empat dengan 2000 kendaraan untuk roda dua. Untuk kapasitas jamaah yang tertampung pada masjid ini ialah sekitar 15.000 orang jamaah.

Bangunan kubah masjid Islamic center mataram juga sangat unik dan beda dengan bangunan kubah pada masjid lain yang ada di tanah air. Kubah masjid ini telah diberikan hiasan berupa motif khas batik sasambo sebagai motif batik khas daerah NTB. Warna keseluruhan masjid ini dengan kubahnya juga senada yakni berwarna hijau dan krem.

Selain kubah utama yang ada ditengah masjid, terdapat pula kubah kecil yang mengelilingi kubah induknya. Untuk kubah kecilnya diberi warna hijau keseluruhan dengan ada garis 4 buah berwarna krem. Kubah kecilnya seperti tipe kubah beton. Namun dengan ukurannya yang lebih kecil akan lebih mudah dibangun. Berbeda dengan kubah induk yang sangat besar yang ada ditengah masjid.

Kubah utama masjid ini seperti bangunan kubah flannel enamel yang banyak digunakan oleh masjid modern sekarang ini. Bedanya hanya terletak pada motif yang digunakan oleh masjid ini berupa motif batik sasambo. Namun kubah ini juga sama-sama memiliki warna yang cerah sehingga sangat pas dengan bangunan masjidnya. Kubah ini juga lebih awet dan tahan terhadap guncangan yang hebat karena gempa. Sehingga banyak yang memanfaatkan tipe kubah ini untuk bangunan masjid yang berada di daerah rawan gempa.


Lahan Parkir yang Luas Masjid Islamic Center ini memiliki lahan parkir yang sangat luas, jadi bagi kalian yang membawa kendaraan baik roda 2 dan roda 4, kalian tidak perlu khawatir soal itu.
 

  1. Sekertariat Islamic Center Jika kalian ingin mengetahuai lebih banyak tentang Islamic Center, kalian bisa langsung saja ke Sekertariat nya. Sebagai Tampat Ibadah Umat Muslim Islamic Center Mataram bisa menampung jamaah hingga 15000 orang, jadi jika kalian mau ibadah bisa kesini aja.

  2. Lift & Eskalator Masjid ini menyediakan lift & Eskalator untuk mempermudah pengunjung agar tidak susah-susah lagi untuk naik turun tangga.

  3. Menara 99 Menara 99 biasa di sebut masyarakat sekitar karena Islamic Center ini memliki menara dengan ketinggian 99 meter, tempat ini adalah tempat paling favorit sebagian besar pengunjung, karena dari sini kalian bisa melihat indah nya kota Mataram dari atas Menara Masjid. Untuk sampai ke atas, kalian bisa menggunakan tangga atau lift untuk menaiki menara ini.

 

-o0o-

 

     

 

 

 

 
 

Lombok Travel Online

LOMBOK TRAVEL ONLINE ( LTO Tours )
Jl. Raya Senggigi Km. 12  Desa Senggigi - Mataram -  Lombok

West Nusa Tenggara - Indonesia - Post Code 83355

Phone / Fax : +62(0)370-640380 - +62(0)693950

 HP/WA/SMS: +62(0)81.237.812.222 - +62(0)81998998777 (24 Hours Online)

Website : http://www.infopaketlomboktour.com

Email: lomboktravelonline@gmail.com

Copyright © 2007,  Hak cipta di lindungi Undang Undang | LTO Tours

 

ASITA